Tak Pakai Masker Siap Didenda

F Sosialisasii

INGAT: Anggota Satpol PP Kota Mataram bersama Polresta Mataram mensosialisasikan Perda Provinsi NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular, di Mataram, kemarin.

MATARAM – Sanksi denda bagi yang tidak memakai masker sebentar lagi akan diterapkan di NTB. Termasuk di Kota Mataram. Denda tak pakai masker bakal diterapkan 14 September 2020.

Kabid Tibumtranlinmas Pol PP Kota Mataram, M Israk Tantawi Juahari mengatakan, penilangan tidak dilakukan sembarang petugas. Hanya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang akan menilang orang tidak memakai masker. Penilangan pun langsung di tempat.

“Kayak tilang STNK. Langsung tilang di tempat. Ada dua PPNS kita di Pol PP Kota Mataram. Bukan sembarang petugas yang melaksanakan itu,” ungkap dia, kemarin (8/9).

Razia masker akan melibatkan pihak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi NTB. “Kalau petugas tidak ada di tempat. Akan dibawa ke Dispenda. Ketika semua kumpul, tilang di tempat bisa,” kata Israk.

Sementara sanksi denda uang bagi yang tidak memakai masker masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi NTB. Kenapa tidak masuk ke PAD Kota Mataram. Karena, Kota Mataram belum memilik Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Wali Kota (Perwal).

Sementara, Provinsi NTB sudah punya Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. “PAD masuk ke provinsi dulu. Uang-nya bukan langsung ke petugas. Nanti ketika Perwal kita sudah ada, baru ke PAD kota,” jelas Israk.

Pol PP Kota Mataram tetap membackup provinsi terkait rencana penerapan sanksi denda bagi yang tidak memakai masker. Meskipun Kota Mataram sampai saat ini belum memiliki Perwal. “Semua kabupaten/kota se NTB kan ikut semua,” ujar Israk.

Selain sanksi denda uang, sebut dia, ada juga sanksi sosial bagi yang tidak memakai masker. Namun, polanya masih dibahas bersama provinsi. Apakah nanti bentu sanksi sosial seperti menyuruh pelanggar membersihkan lingkungan.

“Tapi (pelanggar) pakai jaket rompi. Jadi besok kita kasih rompi tulisannya pelanggar Perda,” ujar Israk.

Guna membackup provinsi, Pol PP Kota Mataram akan melakukan razia ke tempat-tempat keramaian. Misalnya ke caffe, pusat perbelanjaan, dan pusat keramaian lainnya. Alias petugas tidak standby hanya di satu titik lokasi tertentu. Misalnya di jalan-jalan seperti yang dilakukan aparat kepolisian sekarang.

“Sekalian yang punya lokasi keramaian kita kenakan juga. Itu yang lebih mahal,” ungkap Israk.

Pemilik tempat usaha yang tidak menerapakan protokol kesehatan dikenakan sanksi denda standar Rp 200 ribu saja. “Itu pun nanti kemungkinan denda itu bertahap aja alah. Jadi, kita tidak langsung. Mungkin pertama tidak langsung kita kasih denda,” kata dia.

Selama ini petugas Pol PP bersama Polresta Mataram terus memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat. Ketika sanksi denda mulai diberlakukan. Petugas akan mencatat yang tidak memakai masker. Petugas tidak akan memberi ampun jika ternyata kedapatan lagi tidak memakai masker.

“Ketika sudah dua-tiga kali kenak baru kita kasih denda,” kata Israk.

Juru Bicara Penanganan Pencegahan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa mengatakan, Pemkot Mataram tetap komitmen untuk mencegah penyebaran virus corona. Warga masyarakat terus diingatkan patuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker saat berada di luar rumah.

“Tanggal 14 September ini warga masyarakat kita harapkan taati protokol covid kalau tidak mau kena sanksi,” imbau dia.

Nyoman mengaku sementara ini Kota Mataram belum memiliki Perda. Sekarang ini masih dalam bentuk Rancangan Perda (Raperda). Namun dia memastikan Perda akan diketok dalam waktu dekat. “Yang jelas komitmen eksekutif dan legislatif untuk menyegerakan Perda ini.

Sanksi denda uang dalam Perda Kota Mataram nantinya sama dengan yang diatur dalam Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. Mulai Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Kita selalu merujuk pada regulasi yang lebih atas,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Mataram itu. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemprov Terima Penghargaan LEMKAPI

Read Next

Tahanan Kabur Kembali Dibekuk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *