Pendapatan APBD Perubahan 2020 Bertambah 34,3 Miliar

Walkot

FOKUS: H Ahyar Abduh menyampaikan pidato atas disetujuinya nota keuangan dan rancangan APBD Perubahan Kota Mataram 2020 dalam Rapat Paripurna DPRD, di Aula Wali Kota Mataram, kemarin.

MATARAM – Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh menyampaikan pidato atas telah disetujuinya nota keuangan dan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Mataram 2020. Dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Mataram, di Aula Pendopo Walikota Mataram, kemarin (9/9). Sidang paripurna dewan terhubung via video conference.
Dalam sambutannya, H Ahyar Abduh menyampaikan bahwa APBD Perubahan kali ini telah terjadi peningkatan pendapatan. Apabila dibandingkan dengan asumsi pada saat refocussing anggaran. Sesuai keputusan bersama antara Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri.
Adapun tambahan pendapatan setelah refocusing naik sebesar Rp 34,348 miliar lebih atau meningkat 2,68 persen. “Terjadi peningkatan pendapatan dalam APBD Perubahan. Maksudnya, jika dibandingkan dengan asumsi ketika dilakukan refocussing anggaran masa pandemi,” ungkap Ahyar.
Dikatakan, bahwa dampak pandemi virus corona atau Covid-19 terhadap sosial-ekonomi tidak menyebabkan Kota Mataram menjadi bangkrut atau parah. Karena, Kota Mataram memiliki dana Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) di tahun 2019. Yang nilainya mencapai Rp 106 miliar lebih. Dana itu akan digunakan untuk kegiatan program yang telah direncanakan.
“Yang akan digunakan sebesar Rp 60 miliar lebih untuk mengakomodir kegiatan yang direncanakan pada APBD Murni 2020,” ujar Ahyar.
Sedangkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang mencapai Rp 140 miliar tidak dilakukan rasionalisasi. Kata Ahyar, hal tersebut bertujuan untuk membiayai pengeluaran anggaran yang sifatnya tidak biasa dan tidak berulang. Serta pengeluaran lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah.
Satunya untuk penanganan pandemi Covid-19. Sebab menurut Ahyar, penyebaran pandemi virus corona di Indonesia dan khususnya di Kota Mataram belum bisa dipastikan kapan akan bencana non alam itu berakhir. Jangan sampai pemerintah daerah lengah atau tidak siapa dalam mengantisipasi penyebaran pandemi.
“Kita tidak bisa perkirakan kapan berakhirnya pandemi ini,” cetus Wali Kota Mataram dua priode itu.
Berbagai masukan, saran dan pandangan dalam pembahasan APBD Perubahan 2020. Antara komisi-komisi di DPRD Kota Mataram, serta rapat gabungan komisi dewan. Hal itu, kata Ahyar, mejadi wujud kesamaan pandangan antara eksekutif dan legislatif dalam mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Adanya upaya untuk lebih meningkatkan pelaksanaan pemerintahan dalam merajut masa depan yang lebih baik,” ungkap dia.
“Dengan harapan penanganan pandemi Covid-19 bisa kita lakukan secara tuntas. Namun, tetap kita seimbangkan juga dengan penanganan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan,” imbuh Ahyar
Dia menjelaskan bahwa peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan keuangan daerah ini telah mendapat persetujuan DPRD Kota Mataram. Selanjutnya, akan dievaluasi oleh pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.
“Kita masih harus menunggu proses evaluasi tersebut. Untuk kemudian hasil evaluasinya akan kita bahas kembali bersama-sama,” jelas Ahyar.
Sebagai wali kota, Ahyar mengapresiasi pimpinan serta anggota DPRD Kota Mataram yang telah melakukan proses-proses pembahasan APBD Perubahan 2020. Dia berharap kerjasama antara legislatif dan eksekutif yang sudah terjalin baik selama ini bisa mesejehaterakan masyarakat ibu kota Provinsi NTB. (zak)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
asmiranda
1

bermain game dapat rejeki berlimpah

Hanya perlu modal dikit aja kita bisa jadi kaya, gimana caranya yaa...??? buruan dech ke qqharian bikin hati senang kondisi dompetpun tenang.... TAPI jangan lupa join now, kalo mau cepat ikutan kaya... Click Disini

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Penjualan Motor Yamaha Masih Lesu

Read Next

LPPOM MUI Perwakilan NTB Satu-satunya Lembaga Sertifikasi Halal Terakreditasi KAN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *