Waspada…! Senggigi Longsor Lagi

F Kepala Dikes NTB

ARIF/ RADARMANDALIKA.ID dr. H. Lalu Hamzi Fiqri

LOBAR—Proyek revitalisasi Senggigi tak berumur panjang. Setelah sebelumnya Senggigi View yang ambles pekan kemarin, kali ini talud yang berada di tebing tanjakan bukit Alberto Dusun Batubolong Desa Batulayar Barat longsor, Sabtu (6/2) lalu. Syukurnya saat kejadian sekitar 04.30 Wita, tidak ada warga atau pengendara yang melintas.

Pantauan koran ini, diperkirakan panjang longsoran mencapai sekitar 5 meter. Akibatnya, trotoar dan besi pembatas jatuh ke arah laut. Pihak kepolisian sudah memasang police line dan rambu peringatan waspada longsor. Untuk sementara hanya satu jalur yang dapat dilalui.

Pihak Balai Jalan Nasional (BJN), Pemerintah Kecamatan Batulayar maupun Pemkab Lobar sudah turun melihat kondisi kerusakan itu pada pagi harinya. Termasuk Kepala Dinas Periwisata (Dispar) yang memiliki proyek penataan revitalisasi itu serta Inspektur Inspektorat Lobar sebagai pengawas.

 Sayangnya ketika dimintai keterangan di lokasi, Kepala Dispar Lobar H Saeful Ahkam memilih bungkam. Ia hanya mengatakan jika sudah ada BJN dan provinsi yang turun sembari meninggalkan wartawan. Namun beberapa jam kemudian Ahkam memberikan informasi agar wartawan meminta tanggapan pihak Dinas PUPR. “Untuk informasi tentang longsoran di Alberto, karena teknis, teman-teman bisa minta info ke kadis PUPR,” saran Akham melalui pesan singkat WhatsApp.

Plt Camat Batulayar, Afgan Kusuma mengaku jika ia menerima laporan kejadian itu sekitar pukul lima subuh. Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang akan melintasi jalur Senggigi untuk berhati-hati dan waspada. Karena sudah ada dua lokasi yang mengalami longsor.

“Tanjakan Loco maupun Senggigi view yang ada di Sheraton lawan longsor,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Senggigi, AKP Bowo Tri Handoko mengaku mendapat Informasi dari warga mengenai kejadian ini sekitar pukul 04.30 Wita. Menurutnya, dinding batu atau talud tebing tersebut rusak hingga trotoar dan aspal ikut ambles. Diperkirakan lebar tanah yang longsor kurang lebih 50 meter.

“Diperkirakan kejadiannya akibat hujan lebat yang turun disekitar wilayah Senggigi dari sore hari hingga malam. Sehingga konstruksi dinding batu atau talud di tebing tergerus ombak, mengakibatkan jalan rawan amblas, Dapat dilaporkan juga, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” terangnya.

Pihaknya tetap melakukan pengamanan disekitar lokasi kejadian tersebut. Sembari mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu dekat pada lokasi kejadian. Lantaran kontur tebing yang masih rapuh dan dikhawatirkan bisa terjadi longsor kembali.

Sementara itu, PPK Perencanaan BP2JN NTB, Gaguk Supriatno yang dikonfirmasi di tempat kejadian belum bisa memperkirakan penyebab talud itu longsor. “Karena kita harus cek dulu tanahnya, kita lihat, dan faktornya apa. Jadi saya belum bisa memberikan keterangan banyak,” ungkapnya.

Hanya saja diakuinya untuk kontur tanah di kawasan itu adalah tanah lumpung berpasir. Ia menduga penyebab longsor akibat tambahan beban dari pembangunan trotoar di atasnya. “Ini karena beban yang baru (trotoar) dan tidak diperkuat di bawah (tebing) akibatnya longsor. Sebelumnya tidak ada apa-apa,” jelasnya.

Menurutnya kontruksi bawah bangunan atau talud itu tak dicek lebih dahulu oleh pihak dinas terkait ketika melakukan penataan. Hanya saja untuk penyebab pastinya, pihaknya akan melakukan pengecekan lebih dahulu. “Kita cek dulu bersama-sama, kita ketemu semua dengan yang punya fisik (terkait). Baru kita ngobrol bareng,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Lobar, Made Arthadana yang dikonfirmasi terkait dugaan penyebab longsornya talud itu belum bisa memberikan jawaban. Ia berdalih akan melalukan rapat koordinasi dengan BJN, Dispar, hingga kontraktor yang mengerjakan. “Hari Senin kita akan rapat koordinasi jam 2 siang, kita akan kaji apa penyebabnya, dan langkah tindak penanganannya,” jelas melalui telepon.

Kejadian longsong itupun menjadi sorotan kalangan DPRD NTB daerah pemilihan Lombok Barat-KLU, H Asbullah Muis. Menurutnya selain karena faktor cuaca, perlu ada kajian teknis penyebab longsor.

“Apakah ada pengaruh dari konstruksi yang sedang dibangun ini, apakah tidak memenuhi standar kaidah bangunannya. Atau tidak memperhatikan kondisi tanah hingga apakah dari sisi kualitas bangunan. Ini perlu kajian,” tegasnya.

Politisi PAN itu meminta Pemda untuk segera mengambil langkah cepat penanganan. Terlebih jalan yang longsor itu begitu vital sebagai akses menuju kawasan pariwisata Senggigi. “Saya khawatir kalau tidak ditangani bisa bertambah lebar. Karena saya melihat kontur tanah dibawahnya sangat rawan, kalau dibiarkan akan berbahaya,” ujarnya. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dedi Ditemukan Tewas Gantung Diri

Read Next

Otak Komplotan Begal di Lobar Diciduk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *