PELAKSANAA : Suasana CFN Akhir pekan kemarin yang dihadiri Kak Danang Pendongeng Nasional. (Ist)

LOBAR—Kegiatan Car Free Night (CFN) Lombok Barat (Lobar) akhir pekan kemarin menjadi panggung kreatifitas seni, budaya, sekaligus sarana efektif untuk menggaungkan pentingnya literasi kepada masyarakat luas.

Tidak hanya disuguhi aneka kuliner, CFN Malam itu diwarnai edukasi budaya literasi melalui seni mendongeng dan bertutur. Menariknya, pesan-pesan edukatif ini disampaikan anak-anak usia dini para pemenang lomba literasi tingkat daerah. Semakin meriah dengan penampilan pendongeng nasional, Kak Danang. Ratusan pengunjung dari berbagai usia tampak antusias dan enggan melewatkan momentum langka tersebut. Melalui gaya penyampaian yang interaktif dan jenaka, Kak Danang berhasil menyelipkan pesan-pesan moral dan pentingnya membaca kepada generasi muda yang hadir.

Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, bersama istri, serta Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, dengan didampingi oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Lombok Barat, H. Lalu Winengan yang hadir turut terpukau. Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para pemenang lomba literasi mendongeng berupa piagam penghargaan, trofi, serta uang tunai senilai jutaan rupiah.

Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengapresiasi langkah Disarpus Lobar yang konsistensi menyelenggarakan kegiatan. Menurutnya Pemda berkomitmen menjadikan CFN sebagai ruang interaksi terbuka yang produktif bagi seluruh elemen masyarakat.

“Alhamdulillah malam ini dikombinasikan dengan kegiatan malam literasi, dihadirkan pendongeng nasional dan lomba mendongeng,” kata LAZ saat memberikan sambutan di lokasi acara.

Variasi kegiatan dengan nuansa yang berbeda akan terus dihadirkan secara berkala di area CFN. Upaya ini dilakukan demi memberikan pengalaman baru yang bermanfaat bagi para pengunjung. Terlebih lagi, kawasan CFN saat ini telah resmi mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), sehingga legalitas dan legitimasinya sebagai ruang publik kreatif sudah tidak diragukan lagi.

“Kita juga kombinasikan dengan Peresean malam hari, sehingga ramai. Dengan begitu, dampaknya tidak saja bisa menjadi keramaian, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” imbuh Bupati.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar, H. Lalu Winengan, mengatakan bahwa pelibatan dunia literasi ke dalam keramaian CFN bertujuan untuk memicu semangat membaca, khususnya di kalangan generasi muda. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap pentingnya mengunjungi perpustakaan.

“Ini yang paling penting, bagaimana kita bangkitkan literasi. Bayangkan seperti di Cina itu, masyarakat antre ke perpustakaan. Sehingga kami berupaya bagaimana perpustakaan di Lombok Barat ini menjadi hidup,” ujar H. Lalu Winengan.

Dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah yang terus mendukung penuh langkah taktis Disarpus dalam memperluas jangkauan literasi. Ke depan, Disarpus l merancang sejumlah program berkesinambungan untuk terus mengasah minat baca dan tulis masyarakat. Beberapa program yang siap dilaksanakan dalam waktu dekat antara lain lomba resensi buku tingkat SMP dan SMA, serta penguatan literasi berbasis komunitas melalui lomba perpustakaan di tingkat desa.

“Setelah itu, barulah kita buatkan lomba video literasi,” jelasnya. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *