ANTRE: Para penonton saat antre menukar tiket di Mandalika, kemarin. (FENDI/RADAR MANDALIKA)

PRAYA – Pemerintah pusat melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan, jumlah penonton World Superbike (WSBK) Mandalika 2023 mencapai 59.220 orang. Dimana, jumlah tersebut merupakan akumulasi penonton sejak hari pertama gelaran WSBK, yakni Jumat-Minggu (3-5/3).

“Jumlah penonton pada WSBK ini berdasarkan hitungan dari tim Dorna sebanyak 59.220 penonton,” tuturnya di Mandalika, kemarin.

Adanya peningkatan penonton sekitar 15 persen dari gelaran tahun 2022 lalu sebutnya menjadi bekal bagi Mandalika untuk bisa menyukseskan MXGP dan MotoGP pada akhir tahun 2023.

Lebih lanjut, Sandiaga Uno juga menyinggung serapan tenaga kerja yang ada di Mandalika. Dimana, pada setiap even internasional di proyeksikan sebanyak 4,4 juta lapangan kerja, sehingga ini menjadi magnet untuk terus meningkatkan skil dan kemampuan bagi anak- anak muda di NTB untuk bisa mengisi lowongan tersebut.

Proyeksi lapangan kerja tersebut juga berasal dari lowongan tidak langsung, seperti usaha transportasi, UMKM, dan usaha lainnya yang mendapat manfaat dari gelaran even di Sirkuit Mandalika atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Ini bisa menjadi modal untuk lebih sukses lagi,” yakinnya.

Menyinggung promosi gelaran even di Mandalika, Sandiaga Uno mengklaim jika 75 persen penonton mendapat informasi melalui televisi, sedangkan sisanya memperoleh informasi dari sarana digital atau internet. Sementara penonton yang mendapat informasi melalui billboard (papan reklame) sebutnya hanya sekitar 1 persen.

“Sekarang sudah jarang yang berhenti da lihat billboard, makanya kita dorong melalui televisi,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur MGPA Prihandy Satria menjelaskan jika pihaknya terus melakukan peningkatan skil dan kemampuan para marshal yang bertugas pada even WSBK ini. Dengan demikian akan bisa menjadi modal untuk menyambut even lainnya seperti MotoGP pada akhir tahun 2023 mendatang. Lebih khusus pihaknya mencatat jika pada gelaran tahun ini hanya mendatangkan satu marshal dari luar negeri. Selain itu merupakan warga NTB.

“Sekarang asingnya tinggal satu. Mudahan ini berlanjut. Tahun depan semuanya bisa dilakukan orang NTB,” katanya.

Upaya ini juga jelasnya akan menjadi bekal untuk bisa menyiapkan ajang balapan lain di Mandalika, seperti formula 1 yang masih terus diupayakan agar bisa memenuhi standar dari berbagai segi, termasuk marshal sebagai bagian penting demi keselamatan dan keamanan even.

“Menuju ke sana pasti, saya sangat ingin, kita terus berupaya memenuhi standar internasional mengenai balapan F1 itu sendiri,” jelasnya.(ndi)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 390

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *