Menteri Sosial Terlibat Adu Mulut

IMG 20211013 WA0052

IST/RADAR MANDALIKA TEGANG: Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini saat menjelaskan tujuan kedatangannya ke Lombok Timur, Rabu kemarin.

LOTIM – Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini terlibat adu mulut dengan massa pendemo saat Risma melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Lombok Timur, Rabu kemarin.
Awal tiba di Lotim, kunker Risma langsung disambut aksi demo dilakukan yang mengaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan mahasiswa.
Dalam video yang beredar di group wa dan media sosial lainnya, seorang pendemo menyampaikan apa alasan Risma datang ke lokasi suplayer. Sementara jadwal yang ada, Risma akan melakukan kunjungan ke kantor bupati setempat.
“Kami mempertanyakan kedatangan ibu ke tempat ini,” kata salah satu pendemo dalam video yang beredar luas.
“Kamu jangan fitnah aku ya, kalau ngak niat baik saya ngapain ke sini. Saya tidak tau ini suplayer atau tidak, kalau anda mau memperjuangkan silakan mana datanya. Saya tunggu sekarang,” sambung Risma saat terlibat adu mulut.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial NTB Ahsanul Khalik yang dikonfirmasi Radar Mandalika mengaku tidak mendengar adanya adu mulut antara Risma dengan pendemo. “Karena saya kebetulan iringan mobil saya agak belakang, saya sampai di dekat Bu Menteri dan rombongan sudah mau selesai yang demo,” katanya, tadi malam via wa.
Ahsanul Khalik mengatakan, informasi yang pihaknya terima saat sampai lokasi mensos dihadapkan dengan pendemo. Penyebab adanya demo, kunker mensos semula di kantor Bupati, namun oleh Pemkab Lotim dipindahkan di Green Ory yang pemilik tempat dianggap salah satu suplayer BPNT oleh LSM dan mahasiswa.
“Tapi bu menteri ndak ngerti dan ndak tahu tentang hal itu,” katanya.

Dibeberkan Kadis Social, adapun tuntutan LSM dan mahasiswa. Di antaranya, mengganti Kadis Sosial Lotim, minta perubahan data penerima bantuan PKH dan BPNT.
“Kenapa acara kunjungan tidak jadi di Kantor Bupati Lombok Timur, malah berkunjung ke tempat suplayer BPNT. Ini juga dipertanyakan,” bebernya.
“Kami ingin berdialog dengan kementrian social,”sambung kadis saat menceritakan tuntutan pendemo.
Dari aksi yang dilakukan pendemo ini, Kadis Sosial NTB menilai salah alamat.”Harusnya mereka kalau betul tahu masalah maka bawakan data ke menteri seperti yang disampaikan oleh Bu menteri kepada mereka, tapi sampai kita selesai mereka ndak ada balik memberikan data yang diminta oleh Bu menteri,”tegasnya.(red)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Umrah Dibuka untuk Indonesia, Menteri Agama Segera Bahas Teknis

Read Next

Dapat 14 Emas di PON, Kontingen NTB Kemalingan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *