LOBAR – Tim Rescue Kantor SAR Mataram beserta unsur gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah Sarafudin, pemancing yang tenggelam di Sungai Dodokan, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar), Rabu (22/4).

Pria 56 tahun warga Dusun Segara Katon tersebut sempat dilaporkan terjatuh dari tepi sungai saat memancing di pagi hari. Korban pun tenggelam ke dalam aliran sungai yang cukup dalam tersebut. Kantor SAR Mataram yang menerima laporan kehilangan pada 11.22 WITA segera mengerahkan personel menuju lokasi kejadian untuk melakukan tindakan penyelamatan.

Bersinergi dengan berbagai unsur terkait, Tim SAR Mataram melakukan pencarian bersama personel Polsek Lembar, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga masyarakat setempat yang turut memantau di sepanjang pinggiran sungai. Penyisiran menggunakan rubber boat atau perahu karet dilakukan. Selain itu, dilakukan pula pemantauan melalui jalur darat hingga penggunaan teknologi aqua eye untuk deteksi bawah air guna memetakan objek di kedalaman sungai. Hal ini bertujuan mempercepat proses penentuan koordinat keberadaan korban sebelum tim penyelam diterjunkan ke dasar air.

Hasilnya, jasad korban ditemukan oleh tim penyelam pada pukul 14.50 WITA. Posisi korban terdeteksi berada di dasar sungai, tidak jauh dari titik lokasi awal di mana ia dilaporkan hilang. Kedalaman sungai di titik penemuan tersebut diperkirakan mencapai 6 meter dengan kondisi dasar yang memerlukan ketelitian ekstra dalam proses evakuasi.

Koordinator Lapangan Kantor SAR Mataram, Fuad Hasan, menjelaskan kondisi medan di dasar sungai memiliki tantangan tersendiri, namun berkat koordinasi yang baik antarunsur, posisi korban berhasil dikunci.

“Korban ditemukan di dasar sungai melalui proses penyelaman di sekitar LKP (Last Known Position). Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai,” ujar Fuad Hasan.

Menurutnya, penemuan ini mengakhiri seluruh rangkaian upaya pencarian yang telah dilakukan sejak pagi hari. Fuad mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan dan masyarakat yang telah bahu-membahu dalam misi kemanusiaan ini. Setelah berhasil dievakuasi dari dasar sungai, jenazah Sarafudin langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar aliran sungai atau perairan, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang ada. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *