Dapat 14 Emas di PON, Kontingen NTB Kemalingan

F PON Papua

IST/RADAR MANDALIKA OLEH TKP : Anggota kepolisian Merauke saat cek TKP kontingen NTB, Rabu kemarin.

MATARAM – Kontingen NTB kembali berhasil menambahkan tiga medali emas, Rabu kemarin di Merauke Papua. 14 emas yang diperoleh pada PON XX Papua didapatkan dari Cabor tinju kelas 48 kilogram diraih oleh Atlet Endang. Emas ke-14 diraih Huswatun Hasanah dari Cabor Petinju dan medali emas juga didapatkan dari Cabor Kempo kelas randori Putri 60 kg atas nama Rini.

“Alhamdulillah hari ini tiga emas. Total Medali emas sampai hari ini (kemarin) 14 emas,” ungkap Ketua Kontingen NTB, Mori Hanafi, kemarin.

Mori juga menyebutkan, untuk medali perak diraih Karmila kelas 54 kg dan satu medali perunggu lari 4x100m estafet oleh Lalu Moh Zohri dan kawan-kawan. “Emas 14, 10 Perak dan sembilan perunggu,” katanya.

Mori mengatakan, masih ada kesempatan lagi untuk bisa meraih emas dari total 17 yang ditargetkan.
Di tengah perjuangan kontingen NTB, malah nasib apes menerima mereka. Sejumlah barang berharga milik kontingen NTB di Wisma PON XX Papua diembat maling.
Ketua Cluster Merauke M Nur Haedin menjelaskan, pada Rabu (13/10) pukul 03.00 WIT terjadi pembobolan oleh pencuri di Wisma Anggrek Merauke khususnya di kamar anggota kontingen A.N Fatanah (Pegawai Dispora NTB).
Pencuri tersebut katanya masuk dengan merusak jendela dan memgambil barang barang penting seperti HP, dompet berisi KTP, SIM, ATM, uang tunai dan tas ransel.
“Pak Fatanah yang sedang tertidur kaget melihat sosok orang keluar dari jendela dan meneriaki pencuri. Pencuri berhasil kabur dengan melompati tembok belakang,” kata pria disapa Edo ini mengutip laporannya oleh Ketua Kontingen NTB Mori Hanafi, tadi malam.

Pihaknya menyangkan penjagaan PAM dari Sub PB PON XX Papua tidak ada saat masuk pencuri pada dini hari tersebut.
“Sehingga saya menghubungi Polres Merauke dan beberapa petugas identifikasi TKP. Kami tadi pagi sudah melaporkan diri ke Mapolres Merauke,” ungkapnya.
Mori berharap tuan rumah PB PON XX Papua untuk bertanggung jawab atas kehilangan tersebut. “Hingga malam ini harapan korban ada pertanggungjawaban sub PB PON, belum ada kabar ini. Bahkan kami agak takut tinggal di Wisma Anggrek dan minta pindah ke penginapan lain tapi belum ada respons,” katanya.
Untuk menghindari kejadian serupa, kontingen cluster Merauke tetap waspada dan berkumpul di rumah yang mereka sewa.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Menteri Sosial Terlibat Adu Mulut

Read Next

Bonus untuk Atlet PON, Gubernur: Sedang Diupayakan, Belum Putuskan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *