Kota Mataram Berlakukan Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan

WhatsApp Image 2020 05 06 at 04.49.10

KOMINFO/RADAR MANDALIKA AKAN DIBAGIKAN: Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengecek sarana temat cuci tangan yang akan dipasang di tianp lingkungan dalam mendukukung program PCBL di Aula Pendopo Wali Kota, Rabu (06/5).

MATARAM – Kota Mataram mulai berlakukan Penanganan Covid-19 Berbasislis Lingkungan (PCBL). Ide cermerlang dari Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh ini untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Coronavirus Disease (Covid-19). Mengingat kasus positif Covid-19 di ibu kota provinsi NTB itu masih tertinggi mencapai 101 kasus.

Didampingi Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, Ahyar melaunching program PCBL di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Rabu (06/5). Hadir dalam acara tersebut anggota Forkopimda Kota Mataram, camat, lurah, dan perwakilan kepala lingkungan.

Konsep PCBL adalah melibatkan peran dan partisipasi masyarakat di tiap lingkungan. Mendukung program tersebut, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram akan menyiapkan sarana dan fasilitas di 325 lingkungan se Kota Mataram. Tiap lingkungan diberikan 300 masker, 1 thermoscan, buku pedoman, dan alat semprot disinfektan. Dan, masing-masing lingkungan difasilitasi 3 buah tempat cuci tangan.

Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh, mengatakan, Kota Mataram merupakan daerah yang paling banyak terpapar kasus positif Covid-19 di NTB. Data per 6 Mei 2020 hingga siang, jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 101 pasien. Terdiri dari 79 pasien dalam perawatan, 20 pasien sudah sembuh dan 2 pasien meninggal.

Dengan konsep PCBP diharapkan bisa menekan jumlah kasus sekaligus laju penyebaran virus corona. Tugas berat dari gugus tugas sekarang ini adalah penanganan transmisi lokal wabah virus corona. “Namun khawatirnya adalah transmiter lokal bukan lagi dari klaster luar,” ujar Ahyar.

Lebih lanjut dia memaparkan hasil studi epidemiologi dari Universitas Mataram (Unram). Bahwa diprediksi pada Mei dan Juni mendatang menjadi puncak penyebaran Covid-19 di Kota Mataram dengan jumlah kasus 300 orang terpapar virus corona. Sehingga dibutuhkan gerakan yang massif, terstruktur, dan sistemik. Tentu dengan pengawasan yang ketat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Mmakanya jangan pagah. Kita minta masyarakat ikuti petunjuk, edaran supaya diikuti. Jangan diremehkan karena ini sangat mengkhawatirkan kita semua,” kata Ahyar.

Dalam Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL), sebut dia, kepala lingkungan menjadi pemimpin untuk penanganan Covid-19 di setiap lingkungan. “Jadi kita langsung kepada sasaran untuk memproteksi lingkungan. Siapa-siapa yang bertugas untuk meningkatkan peran masyarakat,” ungkap Ahyar.

Dikatakan bahwa sudah banyak langkah maupun anggaran yang disiapkan untuk memutus penularan Covid-19. Akan tetapi menurut Ahyar, kebijakan yang diambil pemerintah tidak akan ada artinya jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat Kota Mataram. Untuk itu diharapkan semua lapisan masyarakat dan anggota Forkopimda untuk berpartispasi, membantu dan mendukung program PCBL.

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfudin Noor menambahkan, program PCBL diyakini akan memberikan akselerasi (percepatan) serta menjadi panduan bagi gugus tugas sampai dengan unit kerja di tingkat lingkungan dalam mempercepat penanganan Covid-19.

Kepala lingkungan dan tim Covid di tingkat lingkungan supaya lebih mempertajam penanganan. Memastikan orang yang masuk ke lingkungan itu orang yang sudah dierperiksa dan riwayat perjalanannya jelas. Kemudian ada pos-pos penjagaan di tiap lingkungan untuk memantau mobilitas orang. Dan, memperketat orang yang keluar masuk lingkungan.

“Semua di lingkungan penyemprotan disinfektan berjalan sesuai dengan jadwalnya. Masyarakat harus (wajib) menggunakan masker,” kata Mahfudin. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Satu Tahanan Narkoba Polres Lotim Status PDP Covid-19 Kabur

Read Next

Gubernur Beri Motivasi UMKM Hadapi Pandemi COVID-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *