Sikap Ahyar, Pemkot Mataram Bakal Rapid Tes Massal

F Mataram ramai

RAZAK/RADAR MANDALIKA RAMAI: Volume kendaraan di Kota Mataram masih ramai.

MATARAM – Pemkot Mataram berencana untuk melakukan pemeriksaan rapid test atau tes cepat secara massal di dua lingkungan. Yaitu di Pelembak, Kelurahan Dayen Peken, Kecamatan Ampenan dan di Lingkungan Panaraga, Cakranegara. Ini untuk melihat tingkat penyebaran wabah virus corona.

“Itu saya minta dilakukan tes (rapid test) untuk melihat sejauh mana eskalasi penularan di situ. Ini bisa saja kita lakukan,” ungkap Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, kemarin.

Dia memerintahkan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram untuk segera melakukan tes cepat secara massal di dua lingkungan tersebut. Berikutnya, dirinya harus memikirkan langkah-langkah atau kebijakan yang akan diambil. Tergantung kondisi dan situasi di lingkungan tertentu.

Tidak menutup kemungkinan dirinya akan mengambil kebijakan pembatasan total di lingkungan-lingkungan tertentu. Termasuk di dua lingkungan tersebut. “Mana lingkungan-lingkungan yang kelihatannya eskalasi dari penularan itu begitu tinggi, dengan tingkat kepositifannya begitu tinggi maka kita akan lakukan pembatasan total,” ungkap Ahyar.

Sebagai langkah awal sebut dia, tes cepat secara massal akan menyasar masyarakat di Lingkungan Pelembak dan Lingkungan Panaraga. Informasi yang dia terima bahwa di Lingkungan Panaraga, tes cepat sudah mulai dilakukan kepada sekitar 25 orang. Tinggal menunggu hasil pemeriksaan tersebut. “Saya minta segera ada hasilnya,” kata dia.

Lebih lanjut, Ahyar meminta agar dilakukan pendataan berapa jumlah kepala keluarga (KK) di dua lingkungan tersebut. Bagaimana pun kata Ahyar, masyarakat di sana harus diberikan jaminan kebutuhan pokok. Juga kebutuhan bahan bakar seperi gas dan lain sebagainya. Jika nantinya kebijakan pembatasan akses keluar masuk masyarakat diberlakukan.

“Itu yang bisa kita lakukan pembatasan total. Karena kalau itu kita lakukan tidak boleh keluar masuk. Yang dari luar tidak boleh masuk. Yang dari dalam tidak boleh keluar. Kita bisa bikin pos. Jalan utamanya bisa kita tutup,” ungkap dia.

Jika itu dilakukan, pemerintah akan menjamin pelayanan kesehatan dan keamanan. Petugas kesehatan akan diterjunkan di lingkungan tersebut. “Kita akan bikin pos terpadu. Kita siapkan pengamanan, pengawasan masyarakat. Juga ada pelayanan kesehatan, dan pelayanan sembakonya,” kata Ahyar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi, mengungkapkan, akan dilakukan rapid test secara massal di Pelembak dan Panaraga. Bahkan sudah mulai dilakukan tracking dan rapid test. “Kita lihat dulu kemampuan rapid. Anggaran ada, barang nggak ada. Nanti kita lakukan pemeriksaan,” ujar dia.

Hasil tracking maupun tes cepat secara massal akan langsung dilaporkan kepada Wali Kota Mataram. Sebagai bahan evaluasi, pertimbangan sekaligus langkah apa yang akan selanjutnya diambil oleh pucuk pimpinan. Termasuk kebijakan pembatasan total di lingkungan tertentu.

“Apa mau ditutup. Tidak boleh keluar masuk. Semua sembako disuply oleh Pemkot. Contohnya di Pelembak. Pelembak itu sudah generasi ketiga,” ungkap dr Usman. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Wagub: Berpikir Positif Hadapi COVID-19

Read Next

Dicari-cari, Istri Anggota Dewan Positif Korona Ditemukan di Hotel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *