Ciduk Bandar Narkoba Lintas Provinsi di Lombok Tengah

f narkoba

IST/RADAR MANDALIKA GEREBEK: Satuan Narkoba Polres Lombok Tengah (Loteng) saat melakukan penggerebekan di rumah pelaku, kemarin.

PRAYA — Satuan Narkoba Polres Lombok Tengah (Loteng) menangkap terduga bandar narkoba yang merupakan jaringan antar provinsi di Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Sabtu dinihari (6/6).

Dari penggerebekan tersebut, polisi berhasil menangkap empat pelaku, terdiri dari dua perempuan dan dua laki —laki.  Adapun empat pelaku diantaranya, J (40) (perempuan, red) dan R (28) warga Desa Beleka, T (37) (perempuan, red) warga Ampenan dan S (37) warga Janapria.

Kasat Narkoba Polres Loteng, IPTU Hizkia Siagian membenarkan telah melakukan penggerebekan itu. Terhadap empat pelaku, saat ini  masih dalam tahap pengembangan oleh anggota, karena mereka merupakan jaringan antara provinsi.

 “Kami masih melakukan pengembangan.  Sebab mereka merupakan jaringan lintas provinsi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Ia mengaku, penggerebekan empat pelaku ini berawal dari informasi masyarakat, sering terjadi transaksi jual beli narkotika di rumah pelaku inisial AE yang merupakan suami dari pelaku J di Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur.  Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya kemudian turun melakukan penggerebekan terhadap rumah pelaku AE dan berhasil meringkus empat pelaku tersebut.  

“Sedangkan untuk pelaku inisial AE yang merupakan DPO berhasil melarikan diri saat melakukan penggerebekan,” ungkapnya.

Selain itu, dalam penggeledahan di rumah pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti (BB) dengan rincian, dari tangan pelaku J sebanyak 9 bungkus klip berukuran sedang butiran kristal bening diduga Narkotika jenis sabu berat bruto 9,80 gram, 6 poket sabu seberat 3,79 gram, 12 poket sabu seberat 2,72 gram, 15 poket sabu dengan berat 3,11 gram, 3 poket sabu berat 131,23 gram, dua unit HP, tiga alat hisap berupa bong dan uang tunai sebesar Rp 16,5 juta. 

“Total BB dari tangan pelaku J diamankan 150,65 gram,” ungkapnya.

Selanjutnya, BB dari tangan pelaku  inisial T sebanyak 1 poket sabu dengan berat 0,23 gram.  Kemudian, pelaku inisial R sebanyak  satu klip berisikan 4 butir Pil Extacy dan uang sebanyak Rp 850 ribu.

 “Sedangkan dari tersangka inisial S, kami tidak dapatkan BB,” ucapnya.

Sementara, hasil keterangan pelaku, barang haram ini berasal dari luar provinsi yang kemudian diambil di wilayah Lotim. 

“Jaringan ini terkenal licin. Karena sudah beberapa kali menjadi incaran kami, namun tetap berhasil melarikan diri,” tuturnya.

Ditambahkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka akan dijerat dengan Pasal 114 Jo Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara. Sedangkan untuk jaringan pelaku, pihaknya akan terus melakukan pengejaran, mengingat kuat dugaan jika jaringan pelaku masih besar.

“Kita  juga akan terus memburu pelaku yang saat ini melarikan diri,” jelasnya. (jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

KPU Loteng Usulkan Penambahan Anggaran 2,9 Miliar

Read Next

Untuk Loteng, Golkar Pasti Usung Kader Sendiri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *