IMG 20260505 WA0026H. M. Hakam.(WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR – Menjelang Iduladha, masyarakat Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tidak perlu khawatir akan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban. Dinas Pertanian Kabupaten Lobar memastikan stok hewan kurban aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di momen hari raya tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Lobar, H.M. Hakam, mengungkapkan tren peningkatan populasi ternak konsisten dari tahun ke tahun. Data Dinas Pertanian periode 2024 ke 2025 saja, terjadi penambahan populasi ternak sekitar 4.000 ekor atau lebih dari 4 persen. Tren ini diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun 2026.

“Dari sisi kesiapan stok, alhamdulillah posisi kita aman. Untuk sapi saja, stok kita mencapai 99.019 ekor, sementara rata-rata pemotongan hewan kurban tahun lalu sekitar 4.011 ekor,” ujar H.M. Hakam kepada awak media, Selasa (5/5).

Lebih rinci Hakam memaparkan data tahun 2025, total hewan kurban yang dipotong mencapai 4.011 ekor, yang terdiri dari 1.617 ekor sapi, 2.392 ekor kambing, dan 2 ekor domba. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang totalnya mencapai 3.155 ekor.

Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan program pemerintah daerah, namun juga menunjukkan peningkatan taraf ekonomi dan kesadaran sosial masyarakat di Lobar.

Selain memastikan ketersediaan stok, Dinas Pertanian juga memberikan perhatian serius pada aspek kesehatan dan kualitas hewan. Sebanyak 43 tenaga medik dan paramedik veteriner dikerahkan ke seluruh kecamatan untuk melakukan skrining rutin terhadap ternak-ternak yang akan dikurbankan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fisik sebelum penyembelihan hingga pemeriksaan daging setelah penyembelihan guna memastikan bahwa daging kurban yang dikonsumsi masyarakat benar-benar sehat, aman, dan higienis.

“Teman-teman medik dan paramedik ini mendatangi titik-titik pemotongan, baik di rumah ibadah maupun lokasi lainnya. Kami ingin memastikan kualitas kesehatan dan higienitas daging kurban. Bahkan setelah dipotong, sampel daging tetap diperiksa untuk melihat apakah ada kendala kesehatan yang tidak terlihat secara visual sebelumnya,” jelas Hakam.

Tak sampai di situ, Dinas Pertanian juga memperhatikan kebersihan kandang hewan kurban. Penyaluran bantuan disinfektan kepada para peternak dan pengepul dilakukan oleh dinas terkait.

“Kita tetap menyediakan layanan di Rumah Potong Hewan (RPH), dengan dua RPH utama yang sangat aktif berada di Lingsar dan Lembar. Tapi biasanya masyarakat umumnya lebih memilih memotong di lingkungan tempat tinggal atau rumah ibadah,” pungkasnya. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *