Tumpukan Sampah di Sekitar Sirkuit Mandalika Tak Terurus

  • Bagikan
F Sampah
KHOTIM/RADARMANDALIKA Numpuk: Terlihat tumpukan sampah berupa kulit kelapa di Bukit Seger dan terlihat Sirkuit Mandalika, kemarin.

 

 

PRAYA – Sampah numpuk di sejumlah titik sekitar Sirkuit Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Pantauan langsung wartawan Radarmandalika.id Senin kemarin, di sejumlah bukit bahkan sekitar Sirkuit Mandalika begitu banyak tumpukan sampah. Banyak pihak pun menyayangkan hal ini tidak segera disikapi. Sementara wisatawan asing diketahui cukup risih dengan yang berbau sampah. Beruntungnya kondisi ini belum disorot wisatawan asing.

Adapun titik ditemukan tumpukan sampah yakni, di Pantai Kuta, Pantai Seger, Tanjung Aan, Bukit Seger dan beberapa lokasi sekitar Kuta dan sekitarnya.

 

Pelaku Pariwisata Mandalika, Andur mengaku sebagai putra asli pribumi Kuta dia merasakan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kebersihan. Sampai-sampai di sejumlah titik KEK Mandalika tak terurus. Apalagi sampai menyiapkan tempat penampungan sampah sementara.

“Andaikan saya jadi bupati saya tinggal perintah saja ke jajaran saya di bawah, baik dinas maupun OPD terkait,” ungkapnya dengan nada kesal.

 

 

Katanya, sinergi perekonomian yang terus mengalami peningkatan juga harus dikaitkannya dengan aspek penjagaan lingkungan, baik dari kebersihan dan kelestarian yang terjaga.

“Senggigi sepi karena adanya Mandalika. Duit dan personel pemerintah ini banyak, harusnya tinggal dieksekusi saja,” tegasnya.

 

Atas kondisi ini dia sangat kesal dan ditambah rasa kecewa kepada pemerintah bahkan oknum masyarakat yang tidak perduli kebersihan lingkungan.

Selain itu, dirinya juga mempertanyakan dinas dan pihak terkait yang tidak peka dan memperhatikan hal kecil yang bisa berdampak besar ini. “Saya lihat di Gerupuk tidak ada tong sampah, kemudian Bukit Seger juga,” sebut dia.

 

Terlepas dari itu semua, pemkab juga harus jelas dalam komitmen dan konsekwensinya. Baik dalam hal peningkatan PAD, kelestarian wisata, lingkungan supaya semuanya berjalan beriringan dan indah.

Harusnya pemerintah menjadi jarum bagi masyarakat, kemudian masyarakat menjadi benang yang akan mengikuti alur rajutan jarum agar semuanya bisa clear and clean. “Sebentar lagi kita akan gelar event Bau Nyale, kemudian balapan MotoGP. Apa tidak malu,” katanya bertanya.

 

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Loteng, Supardiaono yang dikonfirmasi Radarmandalika.id samapai dengan berita ini diturunkan tidak ada jawaban.(tim)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *