LOTIM – Nasib malang dialami Guntur asal Dusun Gubuk Tengak Desa Surabaya Kecamatan Sakra Timur Lombok Timur. Bocah 9 tahun itu ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 19.35 Wita. Usai mandi di Dam Pengempel Dusun Monjet Desa Surabaya, Senin (27/4).
Selama ini korban tinggal bersama ibu tirinya. Sedangkan ayahnya sedang mengadu nasib sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Informasi yang dihimpun, korban bersama sejumlah teman sebayanya mandi di Dam Pengempel. Setelah mandi hingga sore hari, sejumlah temannya pulang ke rumah masing-masing. Korban sempat diajak agar pulang, namun korban menolak ikut pulang dan memilih tetap mandi. Selang beberapa saat kemudian, paman korban bernama Edi 35 tahun berinisiatif mencari korban ke TKP, dan hanya menemukan pakaian korban tergeletak di pinggir sungai Dam Pengempel itu. Hingga menjelang malam, pamannya tidak kunjung menemukan korban.
Edi lantas balik dari TKP, menanyakan teman korban mandi. Warga juga mengumumkan lewat toa masjid, sehingga warga sekitar ramai-ramai mendatangi TKP melakukan pencarian di lokasi korban mandi. Kurang dari satu jam, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban lantas langsung dibawa ke rumahnya.
Kapolsek Sakra Timur, IPTU I Gusti Bagus Ngurah Ray, saat dikonfirmasi via ponselnya menyebutkan, korban saat mandi bersama teman-temannya sekitar pukul 16.00 Wita saat hujan turun. Sore itu korban terpisah bersama temannya, karena teman sebaya korban lebih dulu pulang. “Kami begitu menerima informasi kejadian, langsung turun mendatangi TKP dan rumah duka. Kami minta keterangan sejumlah saksi, namun karena keluarga menganggap sebagai musibah, sehingga menolak dilakukan otopsi,” pungkasnya, seraya mengimbau anak-anak Desa Surabaya tidak mandi di TKP, guna mencegah hal yang tidak di inginkan terjadi. (fa’i/r3)
