BAIQ ISNA NUR'AINI. (IST)

LOTENG– Lombok Tengah kembali melahirkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Baiq Isna Nur’aini, mahasiswi asal Kecamatan Pujut, sukses meraih Juara 1 Lomba Esai Nasional 2026 yang diselenggarakan di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.

Mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Mataram (Unram) ini dalam goresan tangannya mengangkat isu penting terkait dampak sosial dan ekonomi dari pembangunan Sirkuit Mandalika terhadap masyarakat lokal di Lombok Tengah.

Dalam esainya, Baiq menyoroti fenomena pembangunan infrastruktur besar, seperti sirkuit internasional di Mandalika, yang meskipun berhasil membuka lapangan pekerjaan, justru menciptakan ketergantungan ekonomi yang rentan.

Ia menilai bahwa pekerjaan yang terbuka bagi masyarakat sekitar umumnya bersifat musiman dan bergantung pada fluktuasi industri pariwisata. Menurutnya, dampak ini menggeser mata pencaharian masyarakat yang awalnya berbasis agraris menjadi sektor pariwisata yang tak selalu menawarkan jaminan stabilitas pendapatan.

Melalui karya kritis yang mengangkat isu keadilan agraria di kawasan Mandalika—sebuah wilayah yang kini menjadi pusat pembangunan pariwisata nasional.

“Proyek besar ini telah mengubah kehidupan sosial dan ekonomi warga lokal. Pembangunan tidak boleh hanya dilihat sebagai kemajuan infrastruktur, tetapi juga harus memberikan keadilan sosial yang berkelanjutan,” ujarnya dalam karyanya.

Kemenangan ini bukan sekadar capaian akademik, melainkan representasi keberanian generasi muda dalam menyuarakan realitas sosial yang terjadi di daerahnya sendiri.

Dalam esainya, Baiq Isna mengangkat judul yang kuat dan reflektif tentang dinamika pembangunan di Mandalika. Ia menyoroti bagaimana pesatnya pembangunan kawasan strategis nasional tersebut tidak selalu berjalan selaras dengan prinsip keadilan agraria bagi masyarakat lokal.

Kawasan Mandalika sendiri dikenal sebagai destinasi prioritas yang terus dikembangkan untuk pariwisata dan investasi. Namun, di balik geliat pembangunan itu, isu agraria seperti sengketa lahan dan posisi masyarakat lokal kerap menjadi perhatian publik.

Fenomena ini menjadi latar penting dalam gagasan yang ditulis Baiq Isna, sekaligus memperkuat relevansi karyanya dalam konteks nasional.

Karya yang Tidak Hanya Mengkritik, Tapi Menawarkan Solusi, keunggulan esai Baiq Isna tidak hanya terletak pada keberaniannya mengangkat isu sensitif, tetapi juga pada pendekatan analitis yang komprehensif.

Ia memadukan data, perspektif sosial, serta nilai-nilai keadilan untuk membangun argumen yang kuat. Lebih dari itu, ia juga menawarkan solusi—mulai dari pentingnya transparansi kebijakan, pelibatan masyarakat lokal dalam proses pembangunan, hingga perlunya akuntabilitas sosial dalam setiap proyek strategis.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa karya tersebut bukan sekadar kritik, tetapi juga kontribusi nyata dalam mencari jalan tengah antara pembangunan dan keadilan.

Sebagai kawasan unggulan, Mandalika juga menjadi simbol transformasi ekonomi di Nusa Tenggara Barat. Berbagai event nasional dan internasional digelar di sana, menjadikannya magnet investasi dan pariwisata.

Namun di sisi lain, transformasi ini membawa konsekuensi sosial yang kompleks. Sejumlah kajian dan pemberitaan menyebutkan bahwa pembangunan kawasan wisata besar seringkali beririsan dengan persoalan hak atas tanah dan keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal.

Gadis cantik yang lahir di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, mengungkapkan bahwa pilihannya untuk mengangkat tema ini didorong oleh kedekatannya dengan wilayah Mandalika dan kecintaannya terhadap keberlanjutan kearifan lokal.

Ia berharap esainya dapat memicu perdebatan lebih lanjut tentang pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal dalam setiap kebijakan pembangunan.

Diungkapkan, proses seleksi lomba dimulai pada Februari 2026 dengan pengumpulan karya melalui formulir pendaftaran online. Setelah melewati serangkaian penjurian yang ketat, Baiq terpilih sebagai pemenang pertama dalam lomba ini.

“Ini adalah pengakuan yang sangat berarti bagi saya. Saya berharap karya ini dapat menjadi kontribusi nyata untuk masa depan yang lebih adil bagi masyarakat Lombok Tengah,” tambah Baiq.

Dengan keberhasilan ini, Baiq Isna Nur’aini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia tidak hanya mampu berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga dapat menciptakan pemikiran kritis tentang isu-isu sosial yang penting bagi kemajuan bangsa.(red)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *