LOBAR—Giri Menang Night Run 7K yang digelar 17 April 2026 lalu masih menjadi topik perbincangan hangat netizen dunia maya. Event olahraga yang dipadukan dengan keindahan Kota Gerung di malam hari sukses memukau para pesertanya. Seribu lebih peserta yang mengikuti event itu bahkan mengunggah foto hingga video di media sosialnya. Di beberapa halaman komentar akun media sosial, masyarakat mengutarakan pujian atas event itu. Sukses mempromosikan wajah baru Gerung dengan kemegahan Alun-Alun Giri Menang Park hingga keindahan Giri Menang Square (GMS).
Terlebih lagi pertunjukan pesta rakyat yang menampilkan artis lokal seperti Erni Sambal Colet dan Amtenar membuat animo masyarakat sangat tinggi. Menanggapi respons positif luar biasa para peserta, Ketua Panitia Giri Menang Night Run, Lalu Agha Farabi, menyatakan keberhasilan acara ini buah hasil persiapan matang yang dilakukan sejak jauh hari, bahkan sejak 2025 lalu. Pemilihan night run untuk HUT Lobar sukses membuktikan kepada publik bahwa Lombok Barat kini memiliki infrastruktur yang sangat memadai. Rute lari yang melintasi titik-titik pembangunan strategis pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir sengaja dipilih.
“Sebenarnya tujuannya kenapa dipilih night run, satu itu untuk kita menunjukkan bahwa secara infrastruktur Lombok Barat itu sudah siap. Kita sudah punya taman kota, sudah punya Giri Menang Park, terus lampu juga alhamdulillah sudah terang yang dilalui oleh night run,” ujar Lalu Agha saat dikonfirmasi, Senin (20/4).
Pencahayaan jalan yang maksimal di sepanjang rute, mulai dari Giri Menang Park, Pendopo, melewati Dasan Geres, ke GMS, Jalur Baitul Atiq dan kembali finis di Giri Menang Park merupakan bentuk promosi nyata bagi masyarakat dan wisatawan. Menunjukkan bahwa wajah Lobar saat ini sudah jauh lebih baik dan tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, Agha menyebutkan keberhasilan event ini tidak lepas dari kolaborasi harmonis antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lobar. Meski Bapenda bertindak sebagai koordinator utama, Lalu Agha menekankan bahwa seluruh instansi terlibat aktif sesuai dengan tupoksi masing-masing demi kelancaran acara.
“Seperti peran Satpol PP dalam aspek keamanan, Dinas Perhubungan yang mengatur rekayasa lalu lintas, hingga Dinas Lingkungan Hidup yang memastikan kebersihan lokasi tetap terjaga. Bahkan, dukungan penuh juga datang dari Bank NTB Syariah sebagai sponsor utama yang memperkuat ekosistem penyelenggaraan event di daerah,” terang Agha.
Ambisi besar membawa event di Lombok Barat ke level yang lebih tinggi tersirat dari Agha. Bahkan bisa berskala nasional lainnya.
“Kita punya impian menyelenggarakan seperti Jember Fashion Carnaval seperti itu kan, yang skalanya sudah nasional. Karena dari sisi infrastruktur kita sudah representatif,” ungkapnya optimistis.
Kajian untuk kemungkinan menjadikan Giri Menang Night Run program berkelanjutan sedang dijajaki. Respons positif yang diterima menjadi modal kuat untuk merancang event-event selanjutnya yang lebih variatif, termasuk kemungkinan memindahkan lokasi rute ke kawasan wisata lain seperti Senggigi atau Sekotong.
Terlebih, Lalu Agha menyebutkan bahwa kawasan Senggigi saat ini terus bersolek melalui berbagai pembangunan fasilitas seperti jogging track. Bahkan kini fasilitas itu akan diperpanjang serta perbaikan penerangan jalan umum. Hal ini membuka peluang bagi pelaksanaan event lari di masa depan yang lebih menantang dengan suasana pesisir pantai.
“Wacana ada. Kita melihat animo masyarakat kemarin, boleh jadi dengan perbaikan lagi ke depan, apalagi dilakukan di lokasi lain, bisa bergiliranlah di lokasi-lokasi strategis pariwisata,” pungkasnya.
Dengan kesuksesan perdana ini, Giri Menang Night Run diharapkan dapat menjadi pemantik bagi bangkitnya sport tourism yang mampu mendongkrak ekonomi lokal sekaligus memperkuat citra Lombok Barat sebagai destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan. (win)
