LAUNCHING: Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini saat mencoba e-ticketing di Pelabuhan Senggigi bersama pihak Easybook dan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Lobar, Kamis (11/6). (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA)

LOBAR— Pelabuhan Senggigi Lombok Barat (Lobar) resmi menerapkan tiket digital atau elektronik (e-ticketing) penyeberangan kapal cepat, Kamis (11/6). Launching penerapan e-ticketing itu dilakukan oleh Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama pimpinan perusahaan platform e-ticketing Easybook di Pelabuhan Senggigi. Langkah ini menindaklanjuti penandatanganan MoU yang sudah dilakukan Pemkab Lobar dengan perusahaan platform terbesar di Asia Tenggara itu pada awal April 2026 lalu.

Kini masyarakat atau wisatawan yang ingin menyeberang ke Bali menggunakan kapal cepat bisa membeli tiket melalui platform aplikasi Easybook di smartphone-nya. Terdapat tiga perusahaan atau operator kapal cepat yang menggunakan sistem itu untuk rute Senggigi-Bali-Gili Trawangan dan sebaliknya. Hal ini mempermudah masyarakat dan menguntungkan Pemkab Lobar sebab mencegah terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Semua transaksinya secara online, tidak ada lagi pembayaran tunai. Dan melalui sistem Easybook ini nanti, begitu orang bayar (tiket) langsung terpisah (pemasukan), mana yang punya Easybook, mana masuk ke rekening Pemda, langsung di Bank NTB-nya dipisah,” terang Bupati Lobar LAZ kepada awak media di sela-sela launching.

Penerapan sistem digital itu sangat membantu Pemda dalam mengawasi potensi pendapatan di sektor pelabuhan. Jumlah kedatangan maupun kepergian penumpang, serta pendapatan riil terpantau langsung oleh Pemda. Hal ini mencegah terjadinya kebocoran pendapatan yang kerap terjadi ketika menggunakan sistem manual. Terlebih, barcode e-ticketing penumpang hanya bisa digunakan sekali saja saat di pintu masuk dermaga.

“Kalau pakai tiket manual, ada kemungkinannya nanti bocor. Salah satu bukti, ini aja kita yang pegang (e-ticketing) saja ini kalau memang sudah dipakai tidak berlaku, enggak bisa dipakai. Itu sebagai bukti bahwa ini adalah upaya ikhtiar pemerintah untuk mengoptimalkan semua potensi pendapatan yang ada di sini,” beber pria berkacamata tersebut.

Pasca-penerapan e-ticketing itu, LAZ meningkatkan target PAD dari sektor pelabuhan tersebut. Potensi peningkatan penumpang dengan sistem transparan itu akan sangat dirasakan nantinya. Bahkan akan berdampak pada pelaku usaha perhotelan, restoran, hingga hiburan di Senggigi.

“Kalau ini kan makin banyak pokoknya, tidak ada celah untuk dia tidak tercatat. Semua sudah tercatat,” imbuhnya.

Menyempurnakan fasilitas pelabuhan berbentuk cicak itu, Pemda berkomitmen melakukan penataan Senggigi. Bahkan rencananya, bekas Hotel Sentosa akan dijadikan pintu masuk Pelabuhan Senggigi lengkap dengan fasilitasnya. Rencana itu disusun setelah Pemkab Lobar bertemu langsung dengan investor yang akan membeli hotel tersebut.

“Saya sedang terus berjuang, ada investor yang mau kembangkan Santosa ini nanti menjadi mal,” bebernya.

Meski itu masih sekadar rencana, LAZ mengaku terus mendorong investor itu untuk segera melakukan investasi. Bila terealisasi, pelabuhan itu akan langsung terintegrasi dengan pusat publik. Pengembangan pelabuhan kapal cepat di Tawun dan Tembowong Sekotong juga rencananya akan dikembangkan.

“Sudah mulai kemarin ada penjajakan. Kita sudah ke Denpasar kemarin dengan perkumpulan kapal penyeberangan. Minta juga jalur di Senggigi ke sana (dua pelabuhan di Sekotong), tapi yang kemarin dia mintanya ke Gili Asahan tapi di sana kita belum punya tanah,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PT Easybook Azam Bin Mansor memastikan MoU yang dilakukan April lalu dibuktikan dengan penerapan sistem e-ticketing pada bulan Juni ini. Sama halnya dengan penerapan sistem ini di enam pelabuhan di Lombok yang bekerja sama dengan Easybook, Pemkab Lobar bisa memantau langsung berapa jumlah penumpang secara riil, sehingga pemasukan PAD yang diperoleh bisa jelas.

“Jadi retribusi ke daerah itu harus akurat, tidak terjadi kebocoran,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar, M. Hendrayadi mengungkapkan terdapat tiga operator kapal cepat yang menjadi mitra sistem tersebut untuk Pelabuhan Senggigi. Sebanyak 11 trip penyeberangan dalam sehari dilayani Pelabuhan Senggigi. Bahkan jumlah itu akan meningkat di high season hingga mencapai 13 trip.

“Kalau sampai Desember bagus tripnya, kemungkinan Januari tahun depan kita akan tambah lagi jumlah tripnya,” bebernya.

Demi kenyamanan penumpang dan operator kapal, Dishub berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas pelabuhan. Tidak hanya dari sisi ruang tunggu penumpang dan fasilitas umum lainnya, namun juga kantor UPT Pelabuhan. Karena dengan dermaga yang dimiliki saat ini, pelabuhan sudah bisa menampung sebanyak tiga sampai empat kapal cepat sekaligus dengan kapasitas Gross Tonnage (GT) bervariasi.

“Kapasitas kapal maksimum 499 GT,” ucapnya.

Rasa optimistis diungkapkan Hendra bahwa sistem e-ticketing akan mendongkrak capaian PAD dari Pelabuhan Senggigi. Bahkan dia siap menaikkan target PAD pelabuhan itu dua kali lipat, dari sekitar Rp700 juta lebih di APBD murni menjadi Rp1,2 miliar di APBD Perubahan 2026 mendatang.

“Karena sampai bulan ini saja realisasinya sudah 90 persen lebih dari target PAD yang ditetapkan tahun lalu,” pungkasnya. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *