LOBAR—Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menunjukkan komitmennya menata kawasan wisata Pantai Senggigi untuk kenyamanan pengunjung dan estetika wisata. Ratusan perahu nelayan yang sebelumnya memenuhi area bibir Pantai Senggigi sudah direlokasi, Selasa (21/4).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Lobar, I Ketut Rauh, menyatakan proses penataan Pantai Senggigi berjalan sangat kondusif. Hal ini berkat pendekatan persuasif tim Pemda Lobar kepada nelayan. Di mana sepekan lalu pihaknya menyosialisasikan rencana penataan pantai itu kepada nelayan, hingga memberikan tenggang waktu memindahkan sendiri perahunya sampai 21 April 2026.
“Jadi pas kemarin kita turun melakukan penataan, hanya ada sisa 4 perahu. Itupun kondisinya 3 perahu rusak parah dan satunya sedang dalam perbaikan,” terang Rauh yang dikonfirmasi awak media di Gerung, Rabu (22/4).
Kesadaran para masyarakat nelayan cukup tinggi dengan sukarela memindahkan sendiri perahunya tanpa menunggu petugas turun. Selain itu, Satpol PP memindahkan satu lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dan lapak parkir yang masih berdiri di kawasan Pantai Senggigi.
“Jadi di sana (Pantai) Senggigi sudah bersih. Kemarin juga kita (Satpol PP) sambil bersih-bersih pantai,” terang Rauh.
Fokus penertiban pada pantai di kawasan Loco, yang merupakan salah satu titik vital di kawasan Senggigi. Berdasarkan data di lapangan, terdapat sekitar 140 perahu nelayan yang sebelumnya bersandar di area tersebut. Namun, berkat koordinasi yang baik, sebagian besar nelayan memilih untuk pindah secara mandiri tanpa adanya gesekan fisik atau konflik di lapangan.
“Jadi sekitar 140 perahu itu berhasil, sukses dia pindah mandiri. Tidak ada gesekan,” tambah Ketut Rauh.
Rauh menegaskan langkah ini diambil untuk memastikan tata ruang pantai kembali sesuai dengan rencana pengembangan pariwisata daerah.
Tidak berhenti pada penataan pantai dari perahu, Rauh mengungkapkan kegiatan lanjutan gotong royong bersih pantai secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk mengangkat sampah maupun sisa-sisa material yang tertinggal agar Pantai Senggigi kembali elok dipandang.
Sementara itu, untuk menjaga agar kawasan itu tetap tertib dan tak kembali dipadati perahu atau lapak liar, Rauh mengatakan akan menyiagakan personel melakukan pengawasan setiap hari. Pola pengawasan dilakukan dengan sistem pergantian petugas (shift) guna memastikan area terpantau dari pagi hingga sore hari.
“Pengawasan setiap hari, anggota Pol PP di sana 10 orang. Pagi lima orang sampai dengan siang, siang sampai dengan sore lima orang,” pungkas Rauh.
Sementara itu sebelumnya, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini menegaskan Pemda konsisten dalam menata Pantai Senggigi agar kembali indah dan nyaman dikunjungi wisatawan.
“Sudah tidak ada pedagang di sana dan juga perahu. Tetap kita tata,” ucapnya.
Langkah penataan Pantai Senggigi dan penambahan infrastruktur umum seperti jogging track akan memberikan efek domino positif untuk pariwisata. Mulai dari peningkatan jumlah pengunjung yang berimbas pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Begitu orang (wisatawan) nyaman di Senggigi, terus hunian (hotel) di Senggigi meningkat, terus kewajiban (membayar pajak) juga berdampak,” pungkasnya. (win)
