Tahap Awal 900 Motor untuk Kadus

F motor kadus

KHOTIM/RADAR MANDALIKA RENCANA: Seorang tengah duduk di atas sepeda motor dinas N-Max yang rencana akan dibelikan untuk Kadus.

PRAYA – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah di bawah kepemimpinan Pathul-Nursiah untuk membelikan kepala dusun (Kadus) sepeda motor dinas masih menjadi perbincangan hangat. Anggaran pengadaannya untuk tahap pertama sudah masuk dalam pada pagu indikatif tahun 2022. Nantinya, rencana pengadaan kendaraan dinas (Randis) kadus tersebut akan dibahas bersama DPRD Lombok Tengah.

Sekda Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya mengungkapkan, pengadaan randis motor untuk kadus ini memang tercantum dalam visi misi Bupati Lombok Tengah (H Lalu Pathul Bahri) pada saat kampanye dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) waktu itu. Artinya, rencana pembelian kendaraan operasional bagi semua kadus di Gumi Tatas Tuhu Trasna (Tastura) merupakan salah satu janji politik Bupati.
“Dan kenapa muncul gagasan itu, tentunya setelah melihat kebutuhan operasional kadus. Jadi, sangat perlu kadus ini dibantu kendaraan operasionalnya,” katanya kepada Radar Mandalika, belum lama ini.
Firman tidak memungkiri bahwa rencana pengadaan randis motor bagi kadus ini memang sudah masuk pada pagu indikatif tahun 2022 mendatang. Selanjutnya akan melewati tahapan-tahapan tertentu. Termasuk, rencana tersebut akan dibahas bersama kalangan DPRD Lombok Tengah.
“Nantikan kita bahas bersama dengan dewan,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah ini menegaskan, realisasi pengadaan motor bagi kadus direncanakan secara bertahap. Dari sebanyak 1.793 kadus, rencana alokasi anggaran pada pagu indikatif tahun 2022 ada sebesar Rp 18 miliar. “Sekitar 900 kadus yang akan diberikan (pengadaan randis tahap pertama),” beber Firman.
Apakah rencana pengadaan randis motor bagi ribuan kadus itu akan direalisasikan dalam dua tahun ke depan. Yakni di tahun 2022 dan 2023? Terkait itu, Firman belum bisa memastikan. Karena itu tergantung kemampuan anggaran daerah nantinya. “Kalau bisa dua tahun, iya dua tahun. Kalau misalnya kita tidak mampu (dua tahun), iya tiga tahun. Nanti kita lihat kemampuan (anggaran) daerah,” jelasnya.
Jika randis motor kadus jadi direalisasikan. Apakah nantinya menjadi aset daerah atau diserahkan ke desa terkait biaya pemeliharaannya. “Nah ini yang belum kita sampai ke sana. Nanti dibicarakan skemanya (apakah pengadannya akan dititip melalui ADD atau tidak),” jawabnya.
Yang jelas menurut Firman, randis motor ini menjadi penting karena itu kebutuhan kadus dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat sesuai kewenangannya. Karena itulah Pemkab merencakan pengadaan kendaraan operasional bagi kepala kewilayahan. “Inikan untuk mempercepat pelayanan,” tandasnya.
Seperti diketahui, rencana Pemkab Lombok Tengah untuk membelikan kadus motor saat ini masih menjadi pro kontra. Beberapa kalangan anggota dewan, LSM hingga kepala desa (Kades) pun belakangan menolak keras rencana pemerintah daerah tersebut dengan beragas alasan. “Hal biasa kalau itu,” cetus Firman menanggapi.
Terkait salah satu Kades di Kecamatan Praya Tengah yang merasa kurang setuju atas recana pengadaan randis motor bagi kadus. Dengan alasan randis nantinya tidak berpengaruh terhadap kinerja kadus. Kemudian rata-rata kadus sendiri sudah memiliki kendaraan sepeda motor hingga nilai penghasilan tetap (Siltap) yang diterima dari ADD pun beda tipis dengan Siltap kades. Karena itu, Pemkab diminta untuk lebih dulu menambahkan operasional atau ADD pemerintah desa.
“ADD kan ditambahkan itu. Desa juga kita perhatikan. Kadus juga kita perhatikan,” pungkas Firman.

Sementara itu, Gerakan Pemuda Untuk Rakyat Tatas Tuhu Trasna (Gapura Tastura) bicara soal rencana pengadaan Kendaraan Dinas (Randis) kadus. Menurutnya, ini politis semata.

Pengadaan kendaraan dinas yang untuk 1.825 kadus di Lombok Tengah dimasa pandemi covid-19 sangat tidak tepat.
Sekretaris Gapura Tastura, Khairul Fahri melihat pengadaan kendaraan untuk Kadus tidaklah urgen, bupati-wabup hanya memenuhi janji politik saja.
“Saya pikir jika pengadaan Randis Kadus ini jadi dilaksanakan, maka beban moril dan materil Kadus makin besar dong,” yakin dia.
Aktivis baru pulang kampung ini juga menyarankan kepada pihak eksekutif supaya berpikir ulang soal pengadaan ini, mengingat anggaran untuk pengadaan randis ini dapat dialihkan ke hal-hal yang lebih produktif.
“Lebih-lebih perkiraan pandemi 2022 belum bisa diprediksi berakhirnya,” katanya.(tim/zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Protes, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Read Next

1.509 Balita di Praya Stunting

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *