JADI PRODUKTIF: Para anggota KWT di lingkar Green Belt Bendungan Batujai sedang beraktivitas di Kampung Beransak, Kelurahan Tiwugalih, Kecamatan Praya, pada sore hari. (KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID)

PRAYA – Kawasan pinggir sungai yang dulunya kumuh, kotor, dipenuhi sampah, dan tidak tertata dengan baik itu telah terbantahkan. Kini, kawasan tersebut disulap menjadi salah satu destinasi wisata tengah Kota Praya.

Dengan penataan taman bunga, sayur, tanaman buah, dan beberapa spot foto, camping ground dan menikmati sunset di atas rumput nan hijau dengan pemandangan sungai dengan aktivitas warga sekitar. Dan, pengunjung pun dapat memesan kopi di warung masyarakat yang ada di areal.

Ketua Forum Komunitas Waduk (FKW) Batujai Lingkungan Berangsak Kelurahan Tiwugalih Kecamatan Praya, Lalu Junaini Makmun mengungkapkan, semua itu merupakan kegiatan masyarakat kampung tepatnya di Sekretariat Balai Rakyat Banjar Kedaton, termasuk salah satu dari lingkar Bendungan Batujai dan di daerah Green Belt khususnya di Beransak. Dimana, pihaknya bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) mencoba untuk menata pinggir genangan waduk.

Mulai di tahun 2021 lalu, kata dia pihaknya bersama masyarakat setempat memanfaatkan kawasan tersebut untuk dikelola, ditanami hijauan dengan penataan yang semampunya. Berupa bunga, sayur. Dimana, masyarakat sangat antusias memanfaatkan lahan tersebut.

“Anggota KWT ini juga sudah ada yang sudah lanjut usia, ada yang sampai umur 50-60 tahun. Jadi untuk mengisi waktu senja beliau, kami mencoba mengajak untuk memanfaatkan waktu beliau untuk berbuat di daerah Green Belt ini,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, ke depan daerah khususnya di kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata. “Karena memang kami sudah program areal ini adalah wisata edukasi dan yang dirangkai nanti dengan wisata kuliner dan untuk menyambut bulan Ramadhan besok mudah-mudahan ini juga salah satu menjadi tempat ngabuburit,” jelasnya.

Dia mengemukakan, pihaknya sedang mencoba untuk mempersiapkan menu buka puasa bagi yang ingin menikmati senja di pinggir kota di waduk panorama alam dengan sunset dan hijauan. Terlebih sayuran di areal ini dikatakannya semua organik. Memakai kompos buatan sendiri dari kotoran ternak sekitar dan Eceng gondok yang memenuhi permukaan sungai.

“Yang jelas hal ini demi produknya bisa alami dan bernutrisi tinggi,” terangnya.

Adapun branding yang juga dilakukan. Karena adanya pondok pesantren dan TK, jadi anak-anak TK juga banyak melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas yakni di areal daerah Green Belt ini untuk memperkenalkan jenis-jenis tanaman. Karena itulah dilakukan penanaman berbagai jenis tanaman di kawasan tersebut.

“Kami disini menanam Pala, Cempedak, Nangka, Kelengkeng, Matoa, Srikaya, Alpukat, Duren dan sayur-sayuran dan juga bunga banyak,” sebutnya.

Penanaman itu dilaksanakan secara swadaya. Hanya memberikan bibit kepada KWT untuk ditanam. Nantinya, mereka sendiri yang akan menikmati hasilnya. Dikatakan, dalam kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dalam hal ini KWT ada sekitar 50 orang lebih masyarakat sekitar areal genangan pinggir Bendungan Batujai. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 357

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *