LOMBOK BARAT– Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Senggigi Lombok Fun Run 2026 yang akan berlangsung pada 21 Juni 2026. Event sport tourism yang memasuki tahun ketiga pelaksanaannya itu diharapkan menjadi salah satu motor penggerak kebangkitan kawasan wisata Senggigi sekaligus memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi wisata olahraga nasional.
Persiapan kegiatan dibahas dalam audiensi yang digelar di Aula Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Lombok Barat, Rabu (17/6/2026). Audiensi tersebut dihadiri Kepala Disparekrafpora Lombok Barat Agus Gunawan, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Sahlan M. Saleh, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, unsur kepolisian, Dinas Perhubungan, pelaku perhotelan, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pariwisata.
Kepala Disparekrafpora Lombok Barat Agus Gunawan memberikan apresiasi kepada ASTINDO NTB yang secara konsisten menghadirkan event yang mendukung promosi pariwisata daerah. Menurutnya, Lombok Barat saat ini memiliki sedikitnya 32 agenda pariwisata dalam kalender event daerah yang menjadi bagian dari strategi meningkatkan kunjungan wisatawan.
Agus menegaskan pengembangan Senggigi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen secara kolaboratif. Karena itu, penyelenggaraan Senggigi Lombok Fun Run akan dirangkaikan dengan Festival Senggigi sebagai bagian dari konsep besar kebangkitan kawasan wisata tersebut.
“Kami sedang membangun konsep Festival Senggigi yang terintegrasi. Pengembangan Senggigi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus kolaboratif. Senggigi harus naik kelas atau Senggigi Level Up. Saat ini tingkat hunian hotel di kawasan Senggigi juga mulai menunjukkan peningkatan. Karena itu momentum ini harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep “Senggigi Reborn” diharapkan dapat diwujudkan melalui rangkaian kegiatan yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Ketua BPPD NTB Sahlan M. Saleh menjelaskan even Fun Run 2026 menargetkan partisipasi sekitar 1.000 pelari dengan jarak tempuh 5 kilometer. Start akan dimulai dari kawasan Hotel Jayakarta Lombok dan berakhir di kawasan Merumatta Senggigi dengan rute yang melintasi jalur pesisir pantai, sehingga peserta dapat menikmati panorama alam Senggigi selama berlari.
Sebelum pelepasan peserta, panitia akan menggelar senam bersama. Setelah mencapai garis finis, peserta akan disambut dengan pengalungan medali finisher dan berbagai hiburan yang telah disiapkan.
Di lokasi finis, panitia menghadirkan hiburan musik, bazar UMKM, pembagian door prize, serta berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Event tersebut diperkirakan berlangsung sekitar satu jam sejak peserta dilepas hingga seluruh rangkaian lomba selesai.
Untuk menunjang kenyamanan peserta, panitia telah menyiapkan sejumlah kantong parkir di beberapa lokasi, antara lain kawasan Sasaku, Hotel Jayakarta, dan Lombok Exotic. Selain itu, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama dengan menyiapkan tim medis dan tiga titik water station di sepanjang rute lomba.
Setiap peserta akan memperoleh paket perlengkapan berupa kaus resmi event, nomor dada (bib number), medali finisher, serta minuman ringan. Panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik, mulai dari tiga voucher umrah sebagai hadiah utama, televisi, sepeda, kulkas, hingga puluhan hadiah hiburan lainnya.
Meski demikian, panitia mengakui masih membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya dalam pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
“Kami berharap dukungan dari kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk membantu pengamanan rute serta kelancaran arus lalu lintas. Keterbatasan sumber daya panitia membuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder menjadi sangat penting demi suksesnya acara ini,” ujar panitia.
Melalui penyelenggaraan Senggigi Lombok Fun Run 2026, ASTINDO NTB berharap event ini tidak hanya menjadi ajang olahraga rekreasi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali kejayaan Senggigi sebagai ikon pariwisata Nusa Tenggara Barat yang pernah menjadi primadona wisata Indonesia. (red)