Sopir Dump Truck Sekitar Mandalika Hadang Truck Tronton

  • Bagikan
F dump truck
KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID PROTES: Barisan damtruk saat melakukan aksi boikot tronton asal daerah luar untuk operasional PT yang melakukan pengerjaan proyek, senin pagi kemarin.

PRAYA – Puluhan sopir dump truck dari desa penyangga KEK Mandalika menghadang sejumlah dump truck tronton yang hendak melintas di kawasan Mandalik, Senin kemarin. Mereka melakukan ini dengan alasan tidak dilibatkannya warga lokal lebih khusus bagi yang memiliki dump truck. Aksi itu dilakukan tepatnya saat truck tronton membawa material proyek pelebaran jalan bypass Bundaran Songgong – Bundaran Triputri di Desa Kuta melintas.

 

 

Koordinator aksi, Sudirman menyayangkan warga tidak dilibatkan dalam dalam pengangkutan material proyek. Dilihat banyak justru dump truck dengan plat luar NTB beraktivitas mengangkut material.

 

“Selama ini meminta PT. Bunga Raya Lestari (BRL) melibatkan warga lokal, Cuma tidak pernah diindahkan,” ungkapnya.

 

Sudirman namun menegaskan, pihaknya sangat mendukung pembangunan yang dilakukan di daerahnya, namun disayangkan sekali keberadaan mega proyek tidak memperhatikan keberadaan warga lokal. “Ada ratusan sopir dump truck sudah lama vakum tidak ada pekerjaan dan menunggu kepastian dan siap diakomodir seperti dijanjikan beberapa bulan lalu oleh pihak pelaksana proyek. Baik PT BRL dan PT PP.

“Pekerja proyek ini 24 jam tanpa henti bekerja, sementara truck tronton-tronton melintas semaunya mengangkut material, parkir di bahu jalan, bongkar muat semaunya termasuk kuari yang loding di jalan sangat mengganggu,” katanya tegas.

 

Sudirman membeberkan bahwa warga sekitar Mandalika sampai angkat utang untuk membeli dump truck dengan harapan proyek di mandalika mereka dilibatkan.

 

“Sekarang ini kami audiensi bersama perwakilan sopir, kalau tidak ada titik terang maka kami akan aksi besar-besaran menurunkan ratusan dump truck,” ancamnya.

 

Sementara perwakilan PT. Bunga Raya Lestari (BRL) ,  Arte menyampaikan dimana banyaknya dump truck warga sekitar disebutnya tidak layak pakai. Demikian juga kelengkapan surat-surat kendaraan yang menjadi kendala.

 

Katanya, bukan hanya proyek bypass Bundaran Songgong – Bundaran Triputri ini saja yang diminta pelibatan, masih banyak proyek lainnya yang dapat dilakukan dengan pengangkutan material juga.

 

Adapun kendala berikutnya, kurangnya volume retase setiap kali angkutan dump truck dimiliki warga juga menjadi kendala. “Saya bahkan tidak bisa jamin 10 persen dapat diakomodir kalau begini kondisinya, silakan siapkan kuari yang layak pakai untuk diakomodir,” pesannya.

 

Ditambahkan dia, proyek lainnya juga dapat diikut sertakan warga sekitar yang memiliki dump truck yakni, LPA 28 ribu per ton yang diangkut dari Bilelando ke Mandalika, kemudian pengangkutan pasir dari Lombok Timur sampai Songgong tidak ada yang mau andil. Ditambah lagi dengan proyek baru yakni, drainase sepanjang bypass BIL-Mandalika dalam pengangkutan batu dan bahan lainnya.

 

“Kalau ada yang layak maka silakan pada 1 Februari 2022 masuk dan bekerja.  Ya kalau tidak silakan saja,” jelasnya.

 

Di lokasi yang sama, Kapolsek Kawasan Mandalika, AKP I Made Dimas mengaku telah mengupayakan audensi dengan pihak PT sehingga adanya keputusan dari kedua belah pihak yang dapat diterima dan sama-sama menguntungkan.

 

“Supaya dalam proyek depan sirkuit tidak terganggu dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas,” tegasnya.(tim)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *