banner 300x600

Ormas Islam Berperan untuk Kemajuan Bangsa

  • Bagikan
F ORMAS
IST / RADAR MANDALIKA WEBINER NASIONAL : TGKH Muhammad Zainul Majdi bersama sejumlah cendekiawan muslim Indonesia, dalam Webinar Nasional dengan tema Kontribusi Strategis Ormas Islam, pada Bangsa dan Negara, kemarin.

LOTIM – Keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Indonesia, memiliki peran penting untuk kemajuan bangsa. Sehingga umat Islam diajak membuka mata, untuk melihat ormas Islam di Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (PB NWDI) TGKH Muhammad Zainul Majdi, dalam Webinar Nasional dengan tema Kontribusi Strategis Ormas Islam pada Bangsa dan Negara yang merupakan rangkaian Muktamar Pertama NWDI, kemarin. “Kontribusi organisasi masyarakat Islam ini, hadir sebelum adanya negara Indonesia,” kata Tuan Guru Bajang (TGB) panggilan akrabnya, kemarin.

Lanjutnya, pembahasan mengenai ormas Islam ini bukan bermaksud untuk membanggakan. Tetapi untuk memberikan gambaran pada masyarakat, betapa besarnya peran ormas Islam untuk Indonesia di masa mendatang. Kiprah ormas Islam setelah Indonesia lahir, tak sekadar berbicara mengenai keislaman dan kebangsaan. Namun memberikan kemaslahatan dan banyak manfaat bagi umat.

banner 300x600

Dicontohkan seperti pendirian NWDI, yang jauh sebelum masa kemerdekaan sekitar 1937 silam. NWDI saat itu menjadi wadah membangun dan mencetak generasi menjadi kader. Bukan sekadar untuk agama tapi bangsa. “Sangat visioner ketika pendiri NWDI, Almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid membuka madrasah pertama, dan memberi nama Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah,” ucapnya.

Menurut TGB, Pahlawan Nasional asal NTB tersebut, merancang tentang Nahdlah (persatuan). Tak hanya Islamiyah, tapi juga persatuan negara atau wathaniyah yang menjadi titik tekan. Ormas Islam yang lebih dahulu lahir seperti Syarikat Islam, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, Persis, Al Wasliyah, Al Khairat dalam setiap masa berbeda, namun ormas Islam tak kehilangan orientasi.

Hal ini diakui TGB, sebagai pengamalan yang konkrit dan bagian dari hikmah, adalah kemampuan adaptasi positif. Sehingga perubahan lingkungan strategis dapat direspon dengan baik. Ormas islam tak pernah kehilangan arah, mampu beradaptasi dalam situasi. Baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan. Pemerintah memiliki pendekatan yang berbeda. “Ormas Islam tetap kontributif dan memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (fa’i/r3)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *