Puskesmas Bantah Ada Warga Meninggal Korban Nasi Bungkus

f jenguk

IST/RADAR MANDALIKA JENGUK: terlihat keluarga pasien keracunan yang tengah menjenguk pasien beberapa waktu lalu.

PRAYA – Informasi yang beredar di media sosial terkait adanya pasien yang meninggal akibat keracunan nasi bungkus beberapa waktu lalu ditepis pihak Puskemas Langko, Kecamatan Janapria.

Surveilans Puskesmas Langko, L Robi Fauzi mengatakan, kabar yang bermunculan di media sosial beberapa waktu lalu membuat warga cukup resah. Sehingga pihaknya ingin meluruskan informasi yang dibagikan cukup banyak tersebut.

“Itu informasi hoax. Tidak ada yang meninggal akibat keracunan,” katanya.

Dirinya melanjutkan, penanganan yang diberikan pihak Puskesmas sudah cukup maksimal. Pasalnya, sejak malam kejadian tersebut beberapa pasien bahkan sudah dalam kondisi normal sehingga menawarkan diri untuk pulang. Namun, karena pihaknya tak merekomendasikan pasien pulang sebelum menemukan hasil maksimal dari penyebab keracunan tersebut, maka pihaknya tidak merekomendasikan para pasien pulang cepat malam itu.

“Malam Sabtu sebenarnya banyak yang ingin langsung pulang karena kondisinya sudah mulai membaik. Namun, sesuai prosedur yang ada kami rawat dengan melakukan observasi terlebih dahulu. Sehingga kita tidak takut terjadi hal yang tidak diinginkan saat seluruh pasien pulang,” tuturnya.

Dari total 41 orang yang dirawat di Puskesmas beberapa waktu lalu, sekitar 17 orang pulang pada Ahad (30/5) pagi dan sisanya lebih dulu pulang di hari Sabtu (29/5).

Ia mengatakan, semua pasien yang dirawat di Puskesmas sudah aman dan dalam kondisi baik. Terkait isu warga yang meninggal tersebut memang dibenarkan telah masuk ke dalam Puskesmas. Namun, warga tersebut tidak menjadi pasien melainkan statusnya sebagai penolong pasien pada waktu itu. Ia menceritakan, awalnya keadaan baik-baik saja, namun seketika warga tersebut muntah darah. Pengakuan dari warga itu sendiri, ia tidak ikut memakan nasi bungkus tersebut. Informasi dari pihak keluarga almarhum memang warga tersebut memiliki penyakit bawaan.

“Tidak ada faktor penunjang seperti ronsen dan lain sebagainya, jadi pihak keluarga tidak bisa mengetahui riwayat penyakit almarhum,” tuturnya.

Setelah diberikan rawat inap beberapa waktu lalu, almarhum sempat mengaku keadaannya sudah mulai membaik. Dokter sempat mengarahkan agar almarhum melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai darah yang dimuntahkan tu. Namun, setelah berada dalam perjalanan untuk melakukan pemeriksaan, warga tersebut sudah meninggal dunia. (buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kades Pendem Stop Kerjasama dengan Bank NTB Syariah

Read Next

PT GTI “Selamat”, Pemprov Berdalih Pulihkan Investasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *