Pupuk Habis, Pemerintah Bisa Apa ?

F Tanam padi 1

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID TANAM PADI: Sejumlah ibu-ibu sedang menanam padi di sawah.

PRAYA – Terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi kurang direspons Dinas Pertanian Lombok Tengah. Buktinya, sampai saat ini belum ada solusi.

Kabid Sarana Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Lombok Tengah, Yusuf Adi mengatakan, harga pupuk non subsidi jenis Urea dari angka 600.000 sampai dengan 700.000 per kwintal. Sedangkan yang subsidi harga tertinggi yakni, 180.000 per kwntal, kemudian pupuk non subsidi jenis SP36 berkisar harga 700.000 sampai dengan 800.000 per kwintal. Sementata yang bersubsidi seharga 230.000 per kwintal. Dan di tahun 2021 jenis ini tidak akan ada lagi subsidi dari pemerintah.

“Kalau pupuk non subsidi jenis ZA berkisar harga 500.000 sampai dengan 600.000 per kwintal. Sementara yang subsidi berkisar harga 140.000 per kwintal. Dan pupuk non subsidi jenis NPK berkisar harga 700.000 per kwintal. Sementara yang bersubsidi berkisar di harga 230 per kwintal,” terangnya.

“Dengan estimaai jumlah petani 82.586, dan jumlah kelompok tani sejumlah 2.500,” tambahnya.

Katanya, kelangkaan pupuk terjadi mengingat  Rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) tidak sama dengan alokasi yang diberikan, seperti yang diisulkan. Dimana pupuk jenis urea kebutuhan sekitar 31.991 ton, dan hanya dialokasikan sejumlah 26.745 ton, sehingga kita kekurangan 5246 ton. Kemudian pupuk jenis SP36 kebutuhan sekitar 13330 ton dan hanya dialokasikan 7200 ton. Lanjutnya, pupuk jenis NPK kebutuhan sekitar 22.573 ton dan hanya alokasikan 8368. Dan Pupuk jenis Za kebutuhan sekitar 6557 ton hanya dialokasikan 2860.

“Penyaluran dilakukan perkecamatan dan desa dengan sasaran kelompok tani,” jelas dia.

“Saat ini pupuk subsidi telah dinyatakan habis dan disarankan beli non subsidi,” katanya santai.

Sementara, realisasi tanggal 15 Januari 2021 merupakan realisasi usulan pupuk tahun anggaran 2021. Namun untuk tahun anggrana 2020 telah habis dipergunakan di musim tanam lalu dari awal tahun, mengingat terlambatnta masa tanam di tahun 2020, dan saat inialah musim tanam lebih awal sehingga pupu tidak bisa dipenuhi.

Kemudian adanya upaya alternatif lain sudah banyak dilakukan yakni, memperbanyak bantuan di kementrian dan dinas dalam pembuatan pupuk organik, namun tidak ada yang merealisasikannya. Tahun 2021 RDKK telah diusulkan dan belum mendapatkan balasan kejelasan realisasinya.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pengamanan Nataru Diperketat

Read Next

Balap Liar, Puluhan Pemuda di Lotim Diangkut

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *