Dua Siswa MTsN 1 Lobar, Atlet Berprestasi Cabor Taekwondo

F BOK.. scaled

BERPRESTASI: Kepala Kantor Kemenag Lobar H Jalalussayuthi saat berfoto bersama dengan Keren dan Hulaifi dua siswa MTsN 1 Lobar yang memperoleh medali MTC CUP NTB, beberapa hari lalu.

Raih Medali di MTC Cup NTB, Harumkan Nama Sekolah dan Daerah

Keren dan Hulaifi, dua siswa MTsN 1 Lombok Barat (Lobar)ini merupakan atlet taekwondo yang berbakat. Keduanya baru saja meraih medali di kejuaraan MTC Cup yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memperingati HUT NTB.

WINDY DHARMA-LOMBOK BARAT

MUDA dan berbakat. Predikat ini sangat pas disematkan kepada L Muhammad Hulaifi Firdaus dan Keren Murni Cahya Kirani. Kedua siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lombok Barat (Lobar) baru saja mengharumkan nama sekolah. Bahkan Kementerian Agama (Kemenag) Lobar. Karena berhasil memperoleh medali dalam lomba taekwondo MTC Cup yang digelar Pemprov NTB dalam rangka HUT NTB.

Ditemui di sekolahnya kemarin, Keren dan Hulaifi yang didampingi kepala MTsN dan Wakil Kepala menceritakan keberhasilannya itu. Kedua siswa itu memperoleh medali di katagori yang berbeda. Keren meraih medali emas dikategori taekwondo kyorugi atau tarung langsung. Dara kelas VII itu berhasil mengalahkan sejumlah pesaingnya.

“Alhamdulillah dapat dua medali emas,” ucapnya.

Olahraga beladiri taekwondo ternyata sudah lama digelutinya. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Bahkan beberapa kejuaraan tingkat SD sudah banyak diikutinya. “Tapi kalau olimpiade belum pernah, baru kali ini,” jelasnya.

Terinspirasi dari sang kakak, membuat Keren terjun di beladiri ini. Hampir setiap hari ia melihat sang kakak yang atlet taekwondo berlatih. Tak jarang sang kakak pun membantunya berlatih.

“Saya awal ikuti lomba 2012 dan 2013 saya dapat juara 3,” ungkapnya.

Menurutnya, belajar beladiri bagi perempuan diperlukan. Karena ia tak tahu ke depannya ketika berhadapan dengan kejahatan. “Itu (beladiri) kita pakai buat lindungi diri dari kejahatan di luar,” kata Keren yang  bercita-cita menjadi atlet taekwondo profesional dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Hal senada juga disampaikan L Muhammad Hulaifi Firdaus. Namun sedikit berbeda dengan Keren, Hulaifi ternyata bercita-cita menjadi seorang dokter. Meski ia mendapatkan medali perak di katagori poomsae visual, tak lantas membuat siswa kelas IX ini ingin menjadi atlet taekwondo seperti Keren.

Bahkan ia mengaku menekuni baru taekowondo sejak pandemi covid-19 muncul. “Karena di rumah tidak ada kegiatan, jadi saya inisiatif melakukan kegiatan taekwondo. Dari sana saya melihat Keren ini sering mendapat juara karena ikut lomba, jadi aya termotivasi untuk semangat lagi,” jelasnya.

Ia bersama Keren dan empat orang temannya lain satu MTsN mengikuti MTC Cup yang digelar Pemprov NTB. Ia pun termasuk katagori anak yang cepat belajar. Terlebih sang pelatih yang masih satu keluarga ternyata sudah malang melintang mengikuti sejumlah kejuaraan. Membuatnya cepat menguasai beberapa jurus yang diajarkan. “Kalau saya ikut yang poomsae visual, kalau Keren ikut kyorugi,” jelas pelajar yang berencana melanjutkan pendidikannya hingga jenjang kedokteran.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Lobar Hj Nikmatul Islam mengaku bangga dan bersyukur atas prestasi kedua siswanya itu. Khusunya bagi Keren yang baru masuk ke MTsN 1 Lobar. “Saat ada lomba dalam rangka HUT NTB, Waka Kesiswaan mendaftarkan anak-anak kita untuk ikut. Ada dua katagori untuk visual dan secara langsung, dan Keren dua-duanya mendapat medali emas,” jelasnya.

Prestasi yang diraih ini tak lepas dari imbauan dari Kepala Kantor Kemenag Lobar H Jalalussayuthi, agar Madrasah bisa unggul atau meningkatkan martabat. Sesuai semboyan madrasah, untuk menjadi madrasah hebat dan bermartabat. Hal itu bisa dicapai dari prestasi-prestasi yang diraih siswa. Tidak hanya dibidang akademik namun juga non akademik seperti seni dan olahraga.

“Dan tugas kita selaku pendidik di sini untuk bagaimana mengarahkan anak kita. Termasuk melakukan seleksi anak-anak kita yang punya bakat dan skil di masing-masing keahlian,” terangnya.

Di MTsN 1 Lobar terdapat berbagai macam ektrakulikuler. Salah satunya beladiri. Ia berharap ke depannya tidak hanya kedua siswanya itu saja yang berprestasi. Namun siswa lainnya yang berpotensi dan berbakat juga bisa berprestasi dan mensyiarkan madrasah.

“Madrasah itu tidak hanya menonjolkan agama saja tetapi di semua bidang,” pungkasnya.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Balap Liar, Puluhan Pemuda di Lotim Diangkut

Read Next

Warisin Pertanyakan Kerja Pemda Lotim

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *