Puncak Musim Ujan, Masyarakat NTB Diimbau Waspada

F Hujan

FOTO DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA HUJAN: Dua pengendara sepeda motor menerobos hujan dengan menggunakan jas hujan di Kota Praya.

MATARAM – Masyarakat NTB diimbau waspada terhadap potensi bencana alam yang terjadi. Saat puncak musim hujan ini, pertemuan dan belokan angin terjadi di sekitar wilayah NTB.  Kewaspadaan yang perlu ditingkatkan ketika terjadinya perubahan cuaca secara tiba – tiba seperti adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang serta dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang serta gelombang tinggi.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadhi menjelaskan, curah hujan di NTB pada dasarian III Februari 2021 secara umum berada pada kategori menengah (51 – 150 mm per dasarian) hingga tinggi (151 – 400 mm per dasarian).

“Sebaran curah hujan kategori menengah secara umum tersebar hampir di seluruh wilayah Provinsi NTB,” ungkap Ardhianto di Mataram, kemarin.

Sedangkan curah hujan dengan kategori tinggi terjadi di Kabupaten Lombok Utara, sebagian Kabupaten Lombok Timur bagian utara, Kabupaten Lombok Barat bagian selatan, wilayah Kabupaten Sumbawa bagian barat, serta sebagian kecil Kabupaten Dompu dan Bima. Curah Hujan tertinggi terjadi pada pos hujan Hu’u di Kabupaten Dompu, dengan jumlah curah hujan 391 mm/dasarian.

“Sifat hujan pada dasarian III Februari 2021 didominasi oleh Atas Normal (AN) yang terjadi merata di seluruh wilayah Provinsi NTB. Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) umumnya masih ada hujan sampai dengan tanggal updating hingga dalam kategori sangat pendek (1 – 5 hari),” jelasnya.

Dijelaskannya juga kondisi atmosfer yaitu, Indeks ENSO saat ini masih menunjukkan kondisi La Nina, dan diprediksi masih bertahan hingga bulan Mei 2021. Indeks Dipole Mode saat ini berada pada kategori Netral dan diprediksi akan tetap Netral hingga Mei 2021. Saat ini, angin baratan secara umum mendominasi wilayah Indonesia. Pergerakan MJO saat ini terpantau aktif di Benua Maritim dan diprakirakan akan tetap aktif hingga dasarian I Maret 2021.

“Masih dominannya angin baratan  di wilayah Indonesia termasuk NTB, mengakibatkan peningkatan curah hujan hingga Maret 2021,” katanya.

“Pada dasarian I Maret 2021, diprakirakan masih terdapat peluang curah hujan >20 mm/dasarian dan > 50 mm/dasarian yang sangat tinggi, yaitu sebesar > 90% yang hampir merata di seluruh wilayah NTB,” sambungnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Santri Terseret di Sungai Lengi Ditemukan Meninggal

Read Next

Pathul Berikan Sinyal Mutasi Besar-besaran

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *