Puluhan ASN Terjaring Razia Masker

F Razia Masker

TIM GABUNGAN: Tim gabungan personel TNI-POLRI dan Satpol PP saat melangsungkan razia masker, kemarin.

MATARAM – Puluhan Aparatur Sipil Negera (ASN) di NTB jadi contoh kurang baik. Mereka terjaring razia tidak menggunakan masker, sesuai amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. Dari sekian ASN yang terjaring, diketahui dua orang merupakan staf di Sekretariat DPRD NTB.

Sejak hari pertama hingga hari ketiga (kemarin), data Satpol PP Provinsi NTB ada saja ASN terjaring tim gabungan TNI-POLRI dan Satpol PP yang tidak memakai masker.

“Ada 7 PNS sebagai pelanggar di hari pertama dan 10 PNS dihari kedua,” beber Kasat Pol PP NTB, Tri Budi Prayitno, kemarin.

Untuk rincian seluruhnya hari pertama jumlah pelanggar sebanyak 310 terdiri dari 106 terkena sanksi denda dan 204 sanksi sosial. Hari kedua jumlah pelanggar 309 terdiri dari 105 terkena sanksi denda dan 204 sanksi sosial.

“Sudah termasuk data ASN,” katanya.

Penegakan Perda masih terus dilakukan di seluruh kabupaten kota di NTB. Penegakan dengan menerjunkan tim gabungan (razia). Untuk kepolisian sendiri justru razia paket, selain merazia masker juga memeriksa surat kelengkapan kendaraan bermotor.

Sementara itu, pada hari ketiga (kemarin) berdasarkan laporan pelaksanaan penertiban pelanggaran ketentuan wajib masker bagi pengguna jalan yang berlokasi di OPD Pemprov NTB seputaran jln Udayana, tiga ASN Sekretariat DPRD NTB justru terkena razia tidak memakai masker.

“Sekretariat DPRD NTB ada dua orang ASN,” beber dia.

Pelaksanaan penertiban itu dilakukan di  4 titik yaitu, DPRD NTB, Diskominfotik NTB, Dinas Penanaman Modal NTB dan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB yang berlangsung pada pukul 09.00 -10.30 wita.

“Di Dinas Penanaman modal provinsi NTB satu orang ASN sanksi Administrasi. Jumlah sanksi administrasi tiga orang ASN Rp. 600.000 (dua ASN pegawai sekwan DPRD NTB),” jelas Yiyit.

Pada titik yang lain razia masker bertempat di Giri Menang Square (GMS) Lombok Barat di mulai pukul 06.00 sampe pukul 08.00.  ada 59 orang terjaring razia dan empat merupakan ASN yang dikenakan sanksi sosial. Selanjutnya di titik Jl Udayana Mataram jumlah pelanggar yang terjaring 10 orang dengan komposisi 4 orang masyarakat umum didenda administratif Rp. 400.000, 6 orang masyarakat umum sanksi sosial.

Di depan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM)  Aikmel Labuan Lombok, terjadi 53 pelanggaran, 9 orang sanksi denda, 44 orang sanksi sosial pelanggaran dari masyarakat umum. “Tidak ada PNS,” katanya.

Wilayah Lombok Tengah berlokasi di Taman Tonjeng Beru dan simpang empat IPDN NTB terjaring 53  orang masyarakat yang tidak menggunakan masker. 42 orang menjalankan sanksi sosial, 11 orang menjalankan sanksi denda, dengan jumlah total denda Rp 1.200.000,.

“Giat operasi Perda di Bima di depan kantor Bupati bima terjaring 54 orang diberi sanksi denda 14 orang dan sanksi sosial 39 orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretariat DPRD NTB, Mahdi membenarkan ada bawahannya yang terjaring. Mahdi mengaku dua anak buahnya itu memakai masker cuma pada saat ada petugas maskernya dibuka alias tidak memakai masker. Mahdi mengatakan kejadian itu tentu menjadi pembelajaran bersama.

“Iya sebagai sokterapy lah. Staf di humas dan persidangan,” kata Mahdi.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Viral, Pasangan ini Menikah Belum Lulus SD

Read Next

Tambak Udang di Suryawangi Tak Berizin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *