MATARAM – Ketua PWI NTB periode 2020–2025, H. Achmad Sukisman Azmy, menegaskan bahwa pers yang sehat merupakan fondasi utama dalam membangun kedaulatan ekonomi dan kekuatan bangsa, khususnya dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia.
Menurutnya, di tengah derasnya disrupsi digital, pers dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Profesionalisme dan integritas menjadi kunci agar media tetap dipercaya publik. Pers sehat adalah pers yang menjalankan fungsi jurnalistik sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, yakni sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.
“Pers harus independen, tidak boleh tunduk pada kepentingan politik maupun tekanan modal. Tanpa itu, sulit membangun kepercayaan publik,” tegasnya saat menjadi pembicara pada talk show puncak HPN 2026 dan halal bihalal di Kantor PWi NTB di Mataram, Rabu (15/4).
Ia menambahkan, pers juga harus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks serta menjaga kualitas informasi di ruang publik. Dalam konteks ini, kemandirian ekonomi media menjadi syarat mutlak untuk menjaga independensi redaksi. Media yang bergantung pada satu sumber pendapatan dinilai rentan kehilangan objektivitas.
“Kalau media kuat secara bisnis, maka ia akan berani menyuarakan kepentingan publik. Di situlah peran pers dalam mendorong ekonomi berdaulat,” ujarnya.
Dalam konteks NTB, media diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dengan menyajikan informasi yang mendorong investasi, pariwisata, dan pengembangan UMKM. Namun, di sisi lain, pers juga menghadapi tantangan serius, mulai dari disrupsi teknologi, maraknya hoaks, hingga kepemilikan media yang cenderung terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi serta menjaga etika jurnalistik. Pers tetap harus berdiri sebagai pilar keempat demokrasi yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap kekuasaan.
“Pers adalah jendela demokrasi. Kalau jendelanya ditutup, maka masyarakat tidak bisa melihat apa yang terjadi,” kata anggota DPD periode 20.
Ia pun optimistis, dengan ekosistem pers yang sehat dan independen, NTB dapat memperkuat kohesi sosial, meningkatkan daya saing, serta mempercepat terwujudnya visi daerah yang makmur dan mendunia. Pers, kata dia, bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga bagian penting dari solusi pembangunan daerah. (red)
Caption: H. Achmad Sukisman Azmy (paling kanan). Foto: istimewa.