PPDI Loteng Sebut Pemecatan Kadus Montong Sapah I Non Prosedural

f PPDI 1

FENDI/RADAR MANDALIKA KOMPAK: Para pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Lombok Tengah, saat diskusi internal membedah persoalan yang menimpa Kadus Montong Sapah I di Praya, tadi malam.

PRAYA-Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Lombok Tengah mempersoalkan pemecatan kepala dusun (Kadus) Montong Sapah I.
Sekretaris PPDI Lombok Tengah, Adnan Muksin menilai tindakan tersebut non procedural, sebab tindakan itu tidak memiliki bukti yang dapat diukur sebagai barometer pemberhentian Kadus.
“Ini harus dibuktikan dengan secara administratif, apa indikator masyarakat tidak kondusif,” katanya tegas di Praya, tadi malam.
Ia menjelaskan, menurut UU terdapat tiga ketentuan perangkat desa dapat diberhentikan yakni, meninggal dunia, permintaan sendiri, dan diberhentikan. Menurutnya, poin ketiga sering disalah tafsirkan oleh kepala desa sehingga membuat keputusan yang tidak memiliki dasar. Seperti yang terjadi di Desa Montong Sapah, Kecamatan Praya Barat Daya. Kadus itu tidak terbukti melakukan tindak pidana dan tindakan yang merugikan warga desa.
“Keculai dia ditangkap tangan melakukan korupsi atau tindakan yang membuat kekacauan,” katanya tegas.
Dia membeberkan bahwa secara aturan, kebijakan untuk pemberhentian mestinya dilaksanakan dengan terlebih dahulu melakukan klarifikasi terkait permasalahan yang ada. Termasuk terkait pernyataan yang dikeluarkan oleh yang bersangkutan yang diduga membuat pernyatan pengunduran diri.
“Harus ada tim verifikasi dari kecamatan maupun desa untuk membuktikan setiap masalah itu, jangan hanya asumsi belaka,” sentilnya.
Ia menambahkan, terlebih pernyataan pengunduran diri itu tidak tercatat secara administratif, ini tentu tidak bisa menjadi bukti untuk pemberhentian yang bersangkutan.
“Kalau ada pernyataan, mana surat pengunduran dirinya,” katanya tegas.

Ditambahkan Ketua PPDI Kecamatan Praya Barat Daya, Danial Hafiz. Dia menilai Kades Montong Sapah mengambil celah dari peraturan yang ada, dengan melakukan pemberhentian sementara, namun pihaknya mewanti hal ini akan bisa berlanjut kepada pemberhentian permanen.
“Setelah banyak penolakan dari kecamatan, kades mengambil celah ini,” sebutnya.
Denial juga menilai banyaknya tindakan desa yang cacat prosedur, hal ini karena Kades belum memahami aturan yang ada secara menyeluruh. Ia mendorong agar pemerintah daerah memberi pembinaan kepada semua kepala desa yang ada. “Sehingga kebijakan lebih baik dan sesuai prosedur,” katanya.

Di tempat yang sama, salah seorang anggota PPDI Kecamatan Praya Barat Daya yang enggan disebut namanya di media menerangkan, bahwa tindakan kades mengajukan rekomendasi ke kecamatan beberapa kali ditolak. Namun dia menduga tindakan pemecatan tersebut disebabkan ada angin segar dari pihak kecamatan.
“Kami menduga ada permainan politik pihak desa dan kecamatan,” tudingnya.
Sementara itu, Idham selaku Kadus Montong Sapah 1 mengungkapkan pernyataan kades bahwa dirinya diberhentikan karena permintaan warga, itu tidak benar. Dia mengaku malah di datangi warga meminta dirinya agar tetap menjabat sebagai kepala dusun.
“Itu tidak ada sebenarnya, isu ini hanya dibuat- buat,” sebutnya lagi.
Kadus ini mengklaim dusun yang dia pimpin selama ini tetap kondusif bahkan masuk dusun paling kondusif di Desa Monton Sapah. Ia menilai ini hanya tindakan tim sukses yang membuat konspirasi agar dirinya diberhentikan.
Terkait dengan pernyataan dirinya mengundurkan diri, Kadus membenarkan hal tersebut, namun saat itu dirinya panik saat sedang menghentikan pertengkaran di rumahnya. Dalam keadaan panik dia mengeluarkan kata- kata tersebut untuk melerai pertengkaran.
“Tidak melalui pertemuan khusus, saat itu kondisi panik,” sebutnya.
Dia berharap akan tetap menjalankan pemerintahan terlebih saat ini dirinya didorong warga untuk tetap menjadi kepala dusun.
“Saya ingin meneruskan pemerintahan karena ada desakan dari warga,” katanya tegas.(ndi)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pol PP Loteng Gencar Operasi Yustisi

Read Next

Satu Perda Habiskan Puluhan Juta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *