Pemprov NTB Minta Masyarakat Bersabar

F Najam

IST/RADAR MANDALIKA Dr Najamuddin Amy, S.Sos., MM

Langkah untuk Menekan Penyebaran Covid-19 di NTB

MATARAM – Menindak lanjuti surat edaran (SE) Gubernur Nomor : 550/05/KUM/Tahun 2021 dan mencermati penyebaran Covid-19 global dan nasional. Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB menggelar rapat bersama jajaran Forkopimda serta Bupati/Walikota se-NTB.
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr Najamuddin Amy, S.Sos., MM mengatakan bahwa rapat bersama yang dilaksanakan, Selasa 4 Mei melahirkan tiga point.
Pertama, Pemerintah Provinsi meminta kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas dengan tidak melakukan perjalanan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kedua, bagi masyarakat dengan alasan tertentu dapat melakukan perjalanan dengan moda transportasi laut dari Pelabuhan Kayangan – Poto Tano maupun sebaliknya dapat diberikan waktu sampai dengan tanggal 8 Mei 2021 pukul 00.00 Wita.
“Nah, point yang ketiga itu larangan bepergian dengan moda transportasi laut akan berakhir pada tanggal 17 Mei 2021 pukul 00.00 Wita,” terang Doktor Najam.

Untuk mempertegas kebijakan ini, lebih lanjut disampaikan Doktor Najam, pemerintah provinsi juga telah membuat surat untuk disikapi bersama dan ditujukan kepada Bupati/Walikota se-NTB. “Insya Allah, suratnya sudah ada, dan akan ditujukan kepada seluruh kepala daerah dalam hal ini Bupati/Walikota se-NTB. Surat terkait pembatasan pergerakan orang ini sudah ditandatangi langsung oleh Sekda NTB,” kata Kepala Diskominfotik NTB.

Sebelumnya, Doktor Najam juga menyikapi soal simpang siurnya informasi yang beredar terkait mudik lokal. Oleh karenanya, demi kebaikan bersama masyarakat diminta bersabar dan menahan rindu untuk mudik untuk bersama-sama menekan laju covid-19.
“Pemimpin itu memberi harapan sekaligus memberi peringatan. Tapi yang jelas pemimpin itu mengambil keputusan. Beberapa waktu yang lalu memang Pemerintah Provinsi NTB mengeluarkan edaran terkait mudik lebaran. Dasar rujukannya adalah edaran dari Menteri Perhubungan dan adanya instruksi presiden. Tentu setiap provinsi memiliki kondisi yang berbeda,” kata Doktor Najam.

“Itulah sebabnya Pemprov NTB mencoba memberikan harapan sambil diusulkan kepada Pusat bahwa NTB ini terdiri dari dua pulau dengan jarak yang sangat berdekatan saja,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa munculnya edaran mudik lokal dengan ketentuan prokes dan pembatasan sampai 70 persen kapasitas moda angkutan adalah cara dan kegelisahan Gubernur NTB menjemput perasaan rakyatnya yang rindu berlebaran bersama handai taulan dan keluarga. “Karena Kota Mataram dan Lombok Barat saja hampir tiada berjarak begitu juga kabupaten/kota lainnya seperti Lotim dan KSB yang berjarak hanya 1,5 jam penyeberangan,” tegas Najam.

“Tapi naluri pemimpin juga terasa. Melihat kondisi dari hari ke hari kondisi pandemi ini terus meningkat. Instruksi Presiden agar corona tidak mewabah seperti di India dan beberapa negara lainnya menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan terkini,” tegas Najam.
Doktor Najam menerangkan, gubernur bersama Kapolda, Danrem dan Gugus Tugas covid-19 Provinsi NTB pun menambahkan addendum dan memperbaharui edaran sebelumnya. Warga NTB yang berkeinginan mudik dalam provinsi diberikan kesempatan sampai dengan tanggal 8 Mei 2021. “Setelahnya sampai tanggal 17 Mei 2021 Pelabuhan dan Bandara ditutup kecuali untuk urusan tertentu sesuai dengan edaran Menteri Perhubungan,” katanya lagi.
Diketahui informasi, surat terbaru yang ditandatangani oleh Sekda NTB itu, juga ditembuskan kepada Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal, S.I.K., MH, dan Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han.
Untuk mengantisipasi ledakan Covid-19, Gubernur NTB anjurkan masyarakat tidak mudik. Menurutnya, hal ini semata-mata untuk mengantisipasi agar tidak terjadi ledakan Covid-19, sebagaimana yang terjadi di beberapa negara lain di dunia, seperti di India.

Keputusan tersebut didasarkan atas pertimbangan instruksi pemerintah pusat dan kondisi terkini penyebaran Covid-19, serta berdasarkan hasil rapat dengan Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal, Danrem 162/Wb, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, bersama seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan para Bupati dan Wali Kota se-NTB pagi ini.
“Kalaupun harus mudik karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari maka pelabuhan Kayangan-Tano akan dibuka sampai dengan tanggal 8 Mei Jam 00.00 Wita. Diberikan kesempatan sampai dengan tanggal 8 Mei bukan tanggal 6 Mei, karena sebelumnya mudik diperbolehkan selama di dalam provinsi,” kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Bang Zul mengakui, bahwa ini adalah sesuatu hal yang berat bagi masyarakat. Bahkan sebelumnya Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini begitu memahami bagaimana budaya silaturrahmi dan kerinduan yang terungkap hanya lewat budaya mudik ini begitu lekat di tengah masyarakat NTB ketika menjelang Idul Fitri.
“Tapi melihat perkembangan penyebaran covid terkini yang semakin membahayakan maka tidak ada pilihan lain kecuali menutup penyeberangan,” tegasnya lagi.
Kemudian kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI terlantar, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alas an khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal. Sesuai dengan ketetntuan peraturan perundang-undangan. Terakhir adalah pergerakan penyebrangan bagi pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan tidak mudik, yaitu perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluargameninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluargadan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang. (adv/jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Satu Perda Habiskan Puluhan Juta

Read Next

Bang Zul Salurkan Sepuluh Ribu Paket Sembako dari Jokowi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *