Polemik Tapal Batas Dilanjutkan Usai Pilkada

F Asisten I Setda NTB

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Baiq Eva Nurcahyaningsih

MATARAM – Penyelesaian polemik tapal batas wilayah Lombok Tengah dan Lombok Barat  (Loteng-Lobar) akan dilanjutkan pasca Pilkada, 9 Desember. Pemerintah tidak ingin ketika itu dibahas saat ini, bisa berdampak pada kondusifitas daerah terutama daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak.

“Habis Pilkada (dibahas). Ndak mau merecokin Pilkada. Setelah pencoblosan baru dilanjutkan,” ungkap Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, kemarin.

Beberapa waktu lalu tapal batas itu kembali mencuat. Bahkan masyarakat Lombok Tengah saat itu merusaki beton pembatas sebagai bentuk protes mereka. Menurut pengakuan warga, secara histori Nambung masuk wilayah Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya Loteng. Namun kemudian, wilayah itu diklaim Pemkab Lobar dan masuk wilayah Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong. Klaim yang dilakukan Pemkab Lobar bukan tanpa dasar. Melainkan dilakukan berdasarkan Keputusan Permendagri Nomor 93 Tahun 2017 yang memutuskan Nambung masuk wilayah Lombok Barat. Akhirnya Pemprov mengambil langkah mediasi dengan mempertemukan kedua belah pihak.

“Kita sudah mediasi kedua belah pihak,” bebernya.

Dalam pertemuan mediasi itu, kata Eva, Lombok Tengah masih meragukan titik koordinat yang ada saat ini. Meski sebetulnya sudah tertuang dalam Keputusan Permendagri itu. Pemprov pun sudah melanjutkan urusan tersebut ke pusat. Mendagri diundang untuk turun ke lapangan mengecek kembali.

“(Loteng) minta orang pusat datang untuk menunjukkan koordinatnya lagi,” kata Eva.

Jika nanti pihak Mendagri turun, tentu dari Lobar dan Loteng akan sama-sama ikut serta ke lapangan sehingga kalau nanti sudah ketemu akan langsung dibuatkan Pal (pembatas).

“Kalau sudah ketemu titik koordinatnya itu langsung dipasang Pal,” tegas mantan Kadis Perindustrian itu.

Eva mengatakan, setahu dia dalam medisi itu tidak ada menyebutkan yang dipersoalkan Nambung melainkan hanya kontek titik koordinat I menuju koordinat II. Menurut Loteng ada titik titik yang harus diperbaiki misalnya ada garis lengkung padahal harus garis lurus atau sebaliknya.

“Nah untuk meyakinkan itu mari kita undang pusat. Kalau udah ketemu titik koordinatnya tentu nanti akan jelas mana bagian Lobar mana bagian Loteng,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dandim Cek Gudang Logistik KPU Loteng

Read Next

Alumni Qamarul Huda Bergerak Menangkan PAS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *