PLN Alami Penurunan Pendapatan Puluhan Miliar

F PLN scaled

MATARAM – Dampak Covid-19 juga dirasakan betul oleh PT PLN NTB. Ada penurunan penjualan daya listrik PLN mencapai 12 persen, khsususnya di Pulau Lombok.

Manager Komunikasi PLN Unit NTB, Taufik Dwi Nurcahyo menerangkan, persentase penurunan itu rata rata terhitung sejak April hingga Juni ini.

“Ada penurunan pendapatan 12 persen,” ungkap Taufik di Mataram, kemarin.

Taufik menjelaskan penurunan pendapatan daya itu diakibatkan banyak sektor macet sehingga mereka pun tidak memakai listrik misalnya dunia pariwisata yang salah satu sektor yang paling banyak menyerap daya lisrtik di Lombok. Jika dirupiahkan pendapatan normal PLN dalam satu bulan mencapai Rp 130 Miliar namun dampak Pandemi ini penurunan yang 12 persen itu jika dirupiahkan sekitar Rp 15 Miliar pendapatan PLN berkurang dalam satu bulan. Jika dikalkulasikan dengan tiga bulan mencapai Rp 45 miliar.

“Pendapatan daya PLN Perbulan 130 Miliar.

Penurunan 12 persen, dirupiahkan penurunannya mencapai Rp 15 an Miliar khusus di Lombok,” sebutnya.

Taufik mengatakan penurunan pendapatan itu bukan berarti kerugian. Sebab kerugan itu jika hitungan pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Adanya penurunan itu pun sesua perbandingan dengan tahun lalu

“Untuk bulan Mei year to year nya mengalami penurunan 12,34% tepatnya dibanding Mei 2019,” terangnya.

Taufiq juga menjelaskan beban puncak kelistrikan di Lombok saat normal antara 255-260 Megawat (MW). Namun Awal pandemi tepatnya di bulan Maret menjadi 225 MW dan terakhir di Juni ini mulai merambat naik 235 MW.

Pihaknya juga menjelaskan ada penurunan karena juga ada stimulus ekonomi – pengurangan pembiayaan pelanggan subsidi listrik 450 VA – 900 VA. Ada yang gratis dan ada yang dipotong 50 persen. Pendapatan PLN mengalami penurunan 12 persen. Juga karena penurunan pemakaian di sisi bisnis.

Dalam kesempatan tersebut PLN juga menyampaikan pengembangan Sistem Kelistrikan di NTB. PT PLN Unit Induk Pembanganunan Infrastruktur ketenagalistrikan berupa Pembangkit, Transmisi (SUTT) dan Gardu Induk (GI) di Pulau Lombok dan Sumbawa. Hingga saat ini beberapa proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan telah dirampungkan untuk memperkuat sistem kelistrikan.

Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Nusa Tenggara, Gregorius Adi menjelaskan Proyek itu tersebar di kedua pulau dan dimaksimalkan untuk dapat melakukan evakuasi daya serta masuk pada sistem kelistrikan yang kemudian disalurkan ke pelanggan.

Realisasi pembangunan tersebut yaitu evakuasi Daya Pembangkit : 296 MW, Operasi Jalur Transmisi: 1.116,03 KMS/1.256,55 KMS. Operasi Tapak Tower: 1.859 titik tower/2 064 titik tower dan Kapasitas Operasi Gardu Induk : 1.050 MVA/1.320 MVA.

Pembangunan kelistrikan tidak berhenti disitu saja. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028 masih ada beberapa proyek yang sedang memasuki tahap pra konstruksi. Tahap ini tahap persiapan dengan Pekerjaan yang dilakukan pengurusan izin dan pembebasan lahan.

“Yang memasuki tahap rekonstruksi  SUTT 150 kV Jeranjang – Sekotong, SUTT 150 kV Mataram – Mantang dan SUTT 70 kV Taliwang -Maluk,” terangnya saat jumpa pers di lokasi terpisah.

Apa yang telah dicapai dan akan dilakukan merupakan wujud serius PLN untuk mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Diketahui selain PLN menyampaikan kondisi beban saat pandemi Covid-19 ini pihaknya juga ingin berpesan kepada masyarakat bahwa PLN siap menyambut Newnornal. Pihaknya mempersiapkan diri menghadapi New Normal mulai dari pengaman APD petugas, sistem aplikasi New PLN Mobile untuk kemudahkan layanan secara virtual hingga pengaturan loket. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Beli Motor Honda Lewat “Amanda” Dapat Diskon

Read Next

Nurut Tatanan Hidup Normal, Percepat NTB Bebas Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *