LOBAR—Kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi nasional mulai berimbas dampaknya terhadap keberlangsungan pembangunan infrastruktur di daerah. Terutama pada material pabrikasi hingga harga aspal.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Kawasan Pemukiman (PUPR-KP) Lombok Barat (Lobar) bahkan mengambil langkah evaluasi total dan koreksi terhadap nilai proyek infrastruktur, terutama pada sektor pembangunan jalan dan jembatan.
Kepala Dinas PUPR-KP Kabupaten Lobar, Lalu Ratnawi, menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM memicu efek berantai dan sangat terasa pada komponen utama konstruksi jalan, yakni aspal. Harga aspal sangat sensitif terhadap perubahan biaya logistik dan harga minyak mentah dunia.
Dari hasil pemantauan tim di lapangan, kenaikan harga pengadaan aspal naik di kisaran 15 persen. Namun, apabila angka tersebut diakumulasikan dengan biaya mobilisasi, operasional alat berat, dan transportasi material, maka koreksi pada Harga Perkiraan Sendiri (HPS) secara keseluruhan bisa mencapai angka yang cukup tinggi.
“Kami saat ini sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap kalkulasi HPS. Jika dihitung secara menyeluruh dengan biaya angkut dan operasional, koreksi pada HPS proyek jalan bisa menyentuh angka 30 persen. Kami tidak ingin terburu-buru melakukan tender sebelum evaluasi ini tuntas berdasarkan survei harga pasar terbaru,” ujar Ratnawi saat dikonfirmasi, Kamis (23/4).
Langkah revisi itu diakui Ratnawi sebagai langkah mitigasi risiko kegagalan proyek atau adanya pihak ketiga (kontraktor) yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Sebab nilai kontrak yang sudah tidak relevan dengan harga pasar saat ini.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apabila pagu anggaran yang tersedia tidak mengalami penambahan dari kas daerah maupun pusat, maka satu-satunya langkah rasional yang akan diambil melakukan penyesuaian terhadap volume pekerjaan. Artinya, panjang ruas jalan yang akan dibangun atau diperbaiki kemungkinan akan mengalami pengurangan dari rencana semula, namun dengan jaminan kualitas yang tetap terjaga.
“ Jika anggaran tetap, maka volume pekerjaan yang akan kita sesuaikan. Kami tetap mengutamakan spesifikasi dan kualitas bangunan sesuai standar yang ditetapkan,” tambahnya dengan tegas.
Meski demikian Ratnawi memastikan beberapa proyek strategis tetap menjadi prioritas utama segera dieksekusi. Salah satunya penanganan infrastruktur di wilayah Kambeng, Sekotong Timur. Lokasi ini mendapatkan atensi khusus karena merupakan jalur krusial yang sempat terdampak bencana alam.
Rencana pembangunan di wilayah tersebut mencakup jembatan dengan bentang lebih dari 10 meter serta perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Ratnawi menyebutkan bahwa perencanaan teknis untuk wilayah Kambeng sebenarnya telah rampung, namun saat ini sedang masuk dalam tahap finalisasi penyesuaian biaya akibat dampak kenaikan BBM tersebut.
“Untuk wilayah Kambeng, perencanaannya sudah rampung. Sekarang tinggal tahap finalisasi penyesuaian anggaran akibat dampak BBM tadi. Estimasi awal untuk penanganan jalan di sana mencapai Rp7 miliar lebih,” ungkapnya.
Selain proyek daerah, Pemkab Lobar juga tengah mengawal proyek strategis nasional di Buwun Mas yang didanai melalui APBN. Proyek pembukaan jalan sepanjang 9 kilometer ini memerlukan koordinasi intensif dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, mengingat jalur yang digunakan bersinggungan dengan kawasan hutan. Secara teknis, pengerjaan di Buwun Mas akan melibatkan pengeprasan bukit guna memastikan elevasi jalan aman bagi para pengguna.
Dinas PUPR-KP Lobar juga terus mengupayakan peningkatan kemantapan jalan di wilayah Selatan melalui usulan dana Inpres Jalan Daerah (IJD). Hal ini diharapkan dapat menutup celah kesenjangan infrastruktur di kawasan pesisir mulai dari Sekotong hingga Lembar. Penyesuaian anggaran yang dilakukan di Lombok Barat ini merupakan bagian dari dinamika nasional yang juga dirasakan oleh berbagai kementerian dan lembaga di seluruh Indonesia guna menjaga akuntabilitas dan keberlanjutan pembangunan. (win)