Penataan Kawasan Terdampak Gempa di Mataram Terganjal Lahan

Kemal scaled

DOK/RADAR MANDALIKA H Kemal Islam

MATARAM – Penataan kawasan terdampak gempa di tiga lingkungan di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram saat ini terkendala lahan. Dari lahan yang akan dibebaskan seluas 10 are, kini berpotensi bertambah jadi 18 are sesuai permintaan warga. “Ya kita sepakati, apalagi lahan 18 are satu sertifikat,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram, HM Kemal Islam, kemarin.
Dia menuturkan, proyek penataan kawasan terdampak gempa di tiga lingkungan yakni Lingkungan Pengempel Indah dan Gontoran di Kelurahan Bertais. Kemudian di Lingkungan Tegal, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya. Kegiatan penataaan kawasan lingkungan itu akan dimulai Juni mendatang. Anggaran pengerjaan proyek bersumber dari pemerintah pusat.
Proyek penataaan kawasan itu akan menelan anggaran sampai Rp 27 miliar. Anggaran yang berumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu akan digunakan dalam penataan jalan lingkungan, pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPASL) komunal skala kawasan, dan pembuatan titik kumul. “Termasuk juga penyediaan air bersih,” kata Kemal.
Dia menjelaskan, sesuai permintaan Kementerian bahwa penataan kawasan terdampak gempa harus ada titik kumpul. Harusanya kata Kemal, lahan untuk pembuatan titik kumpul sudah dibebaskan pada 2019 lalu. Tapi karena ada bencana terus menerus maka tidak bisa dilakukan. Sehingga pada tahun ini akan dibebaskan.
“Tadinya ada 10 are yang akan kita bebaskan, tapi warga maunya 18 are karena lahan ini satu sertifikat,” tutur dia.
Menurut Kemal, pembuatan titik kumpul memang sangat dibutuhkan. Karena tidak ada orang yang tahu kapan bencana akan datang. Sejauh ini Kemal sudah meminta kepastian pemilik lahan terkait lahan yang akan dibebaskan untuk digunakan sebagai titik kumpul. “Kita tunggu kepastian pemilik lahan, baru kita jadwalkan,” ujar dia.
Tak hanya penataan kawasan terdampak gempa, namun juga dalam proyek ini akan dibuat jembatan yang menghubungkan Lingkungan Tegal dengan Gontoran. “Ada dua jembatan yang kita buat,” tutur Kemal singkat.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman mengatakan, pembuatan jalan yang menghubungkan Lingkungan Tegal dengan Gontoran Kecamatan Sandubaya akan dilakukan Juni mendatang. “Sekarang sudah dipersiapkan semuanya oleh Dinas Perkim,” kata Miftah.
Penataan kawasan terdampak gempa tidak hanya membuat titik kumpul dan IPAL komunal skala kawasan saja. Namun juga akan membuat jembatan yang akan menghubungkan Lingkungan Gontoran dan Tegal. “Ada jembatan dua buah kita buat,” ujar Miftah.
Sebelumnya Yusrin mengutarakan, program Kota Tanpa Kumun (Kotaku) dari Kementerian PUPR akan dilaksanakan di Lingkungan Tegal. Program Kotaku ini khusus kegiatan penataan kawasan terdampak gempa tahun 2018 lalu. “Tegal akan mendapatkan program penataan kawasan yang terdampak gempa. Insya Allah tahun ini juga akan dilaksanakan,” ujar dia. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Komisi IV Tuntaskan Persoalan PIP SDN Jango

Read Next

Jaring Talenta Muda, LAZISNU KLU Helat Kejuaraan Sepak Bola

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *