Partisipasi Pemilih Berpotensi Merosot

rubrik partisipasi pemilih menurun kpu babel kita sudah lapor ke kpu pusat 15010

ilustrasi

MATARAM – Pilkada serentak tahun ini berlangsung 9 Desember. Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB tidak memungkiri pandemi Covid-19 akan berpotensi menurunkan (merosot, Red) partisipasi pemilih.

“Tantangan di pandemi berpotensi menurunkan partisipasi pemilih,” ungkap Anggota KPU Provinsi NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM, Agus Hilman, kemarin.

Potensi itu bisa saja muncul disebabkan beberapa kemungkinan. Pertama kontestasi dan kandidasi. Kontestasi itu bagaimana calon merebutkan dukungan masyarakat namun tidak bisa maksimal dilakukan dikarenakan pandemi Covid-19 itu.

“Karena Covid-19 ini rasa greget masyarakat sangat kurang. Begitu juga dengan para calon keinginan meminta dukungan pun berkurang. Itu yang bisa menjadi tantangan,” ungkap Hilman.

Berikutnya problem yang juga sangat memungkinkan yaitu selebrasi. bentuk ungkapan emosional peserta pemilih dan masyarakat yang juga berkurang. Misalnya saat melangsungkan kampanye tidak biasanya. Aturan pada pandemi Covid-19 satu gedung itu harus terisi setengah dari isi normal. Peserta pun harus berjarak.

“Kondisi hari ini membuat tidak bisa berkampanye bebas seperti saat kondisi normal. Artinya kampanye berbeda, tidak seperti biasanya. Situasi ini akan mengalami selebarsi,” jelasnya.

Habituasi ini berhadapan dengan satu kebiasaan yang belum dilakukan sebelumnya. Hari H pencoblosan masyarakat harus memakai masker. Tidak hanya itu mereka juga diminta agar cuci tangan, memakai sarung tangan dan aturan protokol Covid-19 lainnya.

“sehingga ada potensi masyarakat malas ke TPS,” Katanya.

Semua kondisi tersebut tentunya harus dihadapi baik oleh penyelenggara mulai KPU hingga KPPS maupun peserta pemilu yaitu calon tersebut.

Agus menjelaskan untuk tetap mendorong partisipasi pemilu tersebut pihaknya mengaku terus melakukan koordinasi dengan kabupaten kota terutama di tujuh daerah yang ber Pilkada.

“Kita dorong KPU kabupaten kota agar melibatkan stakeholder dan sosialisasi maksimal di media sosial,” terangnya.

Pilkada saat ini dengan sebelumnya tentunya sangat berbeda. KPU selain memastikan penyelenggaraannya baik juga bagaimana terus mensosialisasikan agar masyarakat menggunakan masker untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tersebut.

“Selain sukeskan Pilkada tetapi kami memastikan penerapan protokol Covid-19,” tegasnya.

Disinggung dengan target partisipasi pemilih? Hilman mengatakan target sama dengan Pilegnas tahun lalu yaitu diangk 77,5 persen. Diakuinya angka tersebut cukup berat namun pihaknya yakin hal itu dapat terwujud. Sebab ghirah Politik masyarakat NTB terbilang tinggi.

“Rata rata di kabupaten kota itu 60-80 persen tingkat partisipasinya,” katanya mencontohkan pada pemilu sebelumnya.

“Kalau dilihat dari data pemilih kita di NTB 70 persen masih bisa lah tercapai,” yakinnya.

KPU bersama pemerintah pun sudah mendesain strategi sosialisasi yang akan dilakukan. Hal yang ditekannya bagaimana sosialisasi itu dengan memanfaatkan ruang sosialisasi digital, media sosial mislanya digital youtube, Instagram, Facebook

 instrumen sosialisasi yang mudah tersentuh. Berikutnya juga bagaimana melibatkan para stakeholder, tokoh masyarakat.

“Kita berharap di kabupaten kota agar betul betul serius melakukan sosialisasi meningkatkan partisipasi masyarakat di tujuh kabupaten kota. Kami berharap kabupaten kota rangkul seluruh elemen yang ada. Kelompok media massa juga bisa dirangkul. Tanpa elemen yang ada dipastikan tidak bisa capai,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Jebol, APBD Kota Mataram Defisit 80 Miliar

Read Next

Pendakian Dibuka, TNGR Luncurkan Aplikasi E- Rinjani

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *