H Lalu Pelita Putra.

LOMBOK TENGAH – Ketua Komisi II DPRD Provinsi NTB sekaligus Ketua DPC PKB Lombok Tengah, H Lalu Pelita Putra terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat.

Selama tiga hari berturut-turut, mulai 22 hingga 24 Mei 2026, ia turun langsung melaksanakan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Provinsi NTB tentang Sumbangan Dana Pendidikan yang Bersumber dari Masyarakat pada Satuan Pendidikan Menengah di tiga lokasi berbeda.

Kegiatan tersebut digelar pada 22 Mei 2026 di SMA Islam Al Qodir, kemudian pada 23 Mei 2026 di Pondok Pesantren Al-Ikhlashiyah Sisik, dan ditutup pada 24 Mei 2026 di Pondok Pesantren Fathiyah Yasin Jabon.
Dalam setiap kesempatan, Lalu Pelita Putra menegaskan bahwa penyusunan sebuah perda tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, regulasi harus benar-benar lahir dari kebutuhan rakyat dan berpihak kepada masyarakat, khususnya siswa dan orang tua.

“Karena itulah saya turun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan Ranperda ini sebelum nantinya dibahas lebih lanjut di pansus. Kita ingin memastikan aturan ini benar-benar menjadi solusi, bukan malah membebani rakyat,” tegasnya.

Ia juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan pendidikan yang selama ini masih dirasakan masyarakat. Menurutnya, tidak boleh ada lagi anak-anak yang putus sekolah hanya karena alasan biaya. Bahkan, ia memastikan tidak boleh ada lagi ijazah siswa yang ditahan akibat tunggakan uang ujian maupun administrasi sekolah.

“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Jangan sampai masa depan anak-anak kita terhambat hanya karena persoalan biaya,” ujarnya.

Perhatian besar terhadap dunia pendidikan itu, lanjutnya, juga sejalan dengan komitmen anggota Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang selama ini aktif memperjuangkan kepentingan siswa dan dunia pendidikan di NTB.
Hal tersebut dibuktikan melalui penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) yang disebut mencapai lebih dari 50 ribu penerima sepanjang tahun 2025. Selain itu, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan juga terus didorong melalui program revitalisasi sekolah.

“Pendidikan harus menjadi jalan harapan bagi anak-anak kita. Karena itu, negara harus hadir memastikan mereka bisa belajar dengan layak, nyaman, dan tanpa rasa takut terkendala biaya,” pungkasnya. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *