Muballig Berperan Minimalisir Paham Radikalisme

F MINIMALISIR

IST / RADAR MANDALIKA DIALOG: Ketua Lakpesdam NU Lotim, saat menjelaskan tujuan dialog keagamaan melibatkan para muballig dan muballigoh Lotim, Senin kemarin.

LOTIM – Para muballig dan muballigoh memiliki peran sangat penting dalam meminimalisir paham radikalisme di Lombok Timur. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Nahdlatul Ulama (Lakpesdam) NU Lombok Timur, Suriadi di hadapan para muballig dan muballigoh, dalam dialog keagamaan di Pondok Pesantren Tohir Yasin Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Lotim, Senin kemarin.

Dia mengatakan, di tengah masalah corona Virus Disease (Covid)-19 saat ini, bangsa Indonesia tak boleh abai dengan kelompok minoritas penganut paham radikalisme. Karena berpotensi menimbulkan keresahan ditengah masyarakat. Atas dasar itu, dialog mengambil tema “Dakwah Transformatif dan Moderat, Mengeliminir Radikalisme dengan Mendorong Peran Muballig dan Muballigoh, Dalam Menyebarkan Ajaran Islam yang Rahmatan Lilalamin”. Sehingga masyarakat tidak terpapar paham radikalisme tersebut.

Karena itu atasnama Lakpesdam NU Lotim, ia mendorong efektifitas penanganan paham radikalisme ini, secara preventif, humanis dan damai, dalam meminimalisir laju gerakan radikalisme di daerah ini. Salah satu langkah lain, melalui forum dialog keagamaan melibatkan mereka yang faham dan memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni.

“Menjadi tugas kita bersama memberikan pemahaman pada masyarakat, agar tidak terpapar paham radikalisme,” ucapnya.

Menyikapi pandemi Covid-19 saat ini lanjut Suriadi, menjadi sebuah keharusan semua pihak. Jangan sampai, semua lengah dengan hal-hal kecil yang memiliki dampak besar terhadap keutuhan bangsa ini. Mengingat, muncul beberapa respon dari para pihak yang tak bertanggungjawab, menganggap kegagalan pemerintah dalam menangani Corona. Bahkan, parahnya dinarasikan sebagai kelemahan sistem demokrasi.

Satu sisi, sistem di negara ini tidak melarang warganya untuk bersikap kritis, mau pun memberikan masukan. Tetapi jika dalam kritikan itu lantas menawarkan gagasan khilafah, akan menjadi pintu masuk bagi gerakan separatis, terorisme dan radikalisme mengatasnamakan agama.

“Jadi klaim mereka, seakan-akan segala bentuk kondisi yang terjadi di negara ini, tidak lain sumbernya ialah demokrasi, tanpa dalil kuat. Alih-alih untuk menyelamatkan bangsa ini, dengan menegakkan khilafah,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, ditengah kondisi pemerintah yang sedang berjibaku melawan dan mencari formulasi penanganan Covid-19, sangat perlu mendapat support masyarakat. “Persoalan virus ini, kita percayakan pada ahlinya yang telah dibentuk negara. Sembari menunggu hasilnya, mari ikuti imbauan pemerintah, seperti menggunakan masker, cuci tangan dan menerapkan social distancing (jaga jarak),” pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ribuan TKI Pulang Kampung

Read Next

Angin Segar untuk Para UMKM di NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *