LOTIM – Jumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran di Pasar Rakyat Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, bertambah dari 164 menjadi 211 pedagang. Bupati Lombok Timur bekerjasama Baznas Lombok Timur menyerahkan bantuan masing-masing Rp 3 juta. Bantuan stimulan itu diinisiasi Baznas Lombok Timur, melalui Program Pemberdayaan oleh Baznas.
Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, pada kesempatan itu meminta maaf pada para pedagang. Karena pada saat peristiwa kebakaran sedang berada di Jakarta untuk memperjuangkan nasib 176 ribu masyarakat Lombok Timur yang kepesertaan BPJS Kesehatannya dinonaktifkan.
Sementara itu terkait kondisi pasar Pringgabaya, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengembalikan fungsi pasar agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal. Namun, ia meminta masyarakat untuk bersabar, karena segala kebijakan harus menempuh prosedur yang berlaku.
“Sebagai pemerintah, kita ingin pasar segera normal kembali. Tapi tentu membutuhkan kesabaran. Karena kita harus lewat perencanaan, penganggaran, hingga aturan-aturan yang harus dipatuhi,” ucapnya.
Ia menyebutkan, bantuan uang tunai sebesar Rp 2 juta per orang yang diserahkan melalui BAZNAS, memang tak sebanding dengan kerugian material yang dialami para pedagang besar. Tapi setidaknya, ini merupakan upaya pemerintah menjaga silaturahmi dan dukungan moral terhadap korban kebakaran. “Mungkin uang Rp 2 juta tidak ada artinya, karena ibu-bapak adalah pengusaha besar. Tapi nilai silaturahmi ini yang penting,” ujarnya.
Pihaknya berkomitmen, pasar rakyat Pringgabaya akan dilakukan perbaikan. Sehingga para pedagang bisa kembali berjualan di lokasi yang tetap. Namun sementara waktu sembari perbaikan pasar secara permanen, pedagang akan dibuatkan lapak sementara, sebagai tempat berjualan. “Kami tetap akan mengembalikan apa yang menjadi kebutuhan bapak-ibu di pasar itu, tapi sabar dulu, ada mekanisme yang harus di tempuh,” tambahnya. (fa’i/r3)