Kemenkes Akan Kirim 69 Oksigen Konseklator ke NTB

F dr. Nurhandayani Eka Dewi

ARIF/RADARMANDALIKA.ID dr. Nurhandayani Eka Dewi

MATARAM – Kelangkaan oksigen yang terjadi di NTB akhirnya sedikit bisa tertangani. Kelangkaan yang disebabkan oleh tingginya angka pasien yang terpapar covid-19, sehingga mengalami pembengkakan secara drastis dalam penggunaan oksiden.

Asisten III Setda provinsi NTB, dr. Nurhandayani Eka Dewi mengatakan bahwa NTB akan menerima 69 tabung oksigen konseklator dari kementerian kesehatan yang yang akan sampai di NTB Jumat (hari ini, red), dimana sebelumnya NTB sudah mendapatkan 10 oksigen pada (28/7) dan dikirim ke Bima dan Dompu.
“Diharapkan juga besok atau nanti malam datang 69 oksigen konseklator,” harapnya.
Dijelaskannya, sepuluh oksigen konseklator dikirim ke Bima-Dompu yang merupakan kiriman dari kemenkes yang diangkut menggunakan pesawat garuda karena dianggap sebagai daerah yang sangat membutuhkan oksigen.

Sementara, Rabu (28/7), PT. Bayu Bangun Sakti oksigen (BBS) sudah mengirim 200 tabung oksigen ke Bima yang tidak memiliki oksigen generator.
“Jadi kita sekarang memang konsen ke Bima karena jauh dan tidak punya bece up. Berbeda dengan Sumbawa yang punya beca up, dia punya oksigen generator yang bisa memproduksi 25 sampai 50 tabung perhari,” jelasnya.
Sementara itu saat ditanya terkait dengan banyaknya penggunaan oksigen, dr. Eka mengatakan tidak bisa memastikan mengingat tergantung pada jumlah pasien.
“Kalau pasiennya naik terus berarti kebutuhan nggak bisa kita ukur,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan NTB ini juga mengungkapkan bahwa menganggap ada isolasi terpusat itu supaya orang-orang yang isolasi tetap dalam pantauan dan tidak datang dalam keadaan jelek. Sebab dari awal sudah di tangani dengan baik. “Insya allah tidak jatuh dalam keadaan jelek,” ucapnya.
“Kenapa kita butuh oksigen banyak karena data rata-rata sesak dan butuh oksigen. Tapi kalau dari awal sudah ditangani dengan lebih tepat di isolasi dikasih obat jadi bisa kita pantau,”jelasnya.

dr. Eka juga mengatakan, bahwa oksigen itu sebetulnya sesuai permintaan akan tetapi kalau sekarang diratakan jangan sampai ada rumah sakit yang kosong. Jika ada yang meminta sepuluh akan diberikan tujuh atau delapan agar rumah sakit yang lain dapat.
“Kita mau cari kemana. Di Surabaya juga mereka limid,” bebernya.(rif)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

CPMI Diminta Manfaatkan AKAD-AKL

Read Next

PPKM, HBK PEDULI Salurkan Ribuan Telur Untuk Masyarakat Lombok

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *