SEMANGAT: Para peserta Bimtek Literasi Perpustakaan yang berlangsung di Disarpus Lobar, Selasa (21/7). (Ist)

LOBAR — Langkah strategis dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Lombok Barat (Lobar) untuk meningkatkan minat baca masyarakat Lombok Barat di sekolah maupun desa. Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Perpustakaan digelar untuk para guru dan perwakilan pemerintah desa.

Diikuti sekitar 100 peserta, kegiatan itu dilaksanakan untuk memberikan pemahaman lebih terarah tentang pengelolaan perpustakaan serta pengembangan minat baca di tingkat sekolah maupun desa.

Penyelenggaraan bimbingan teknis ini melibatkan komposisi peserta yang seimbang, 50 persen dari unsur tenaga pendidik (guru) dan 50 persen dari unsur pemerintah desa. Pembinaan ini difokuskan pada penguatan peran pendidik dan giat literasi agar mampu mengarahkan anak didik serta masyarakat luas dalam memanfaatkan perpustakaan secara optimal. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen daerah untuk mendorong kemajuan Lombok Barat melalui jalur pendidikan nonformal dan penguatan fasilitas membaca hingga ke level desa.

“Bimbingan teknis ini kita laksanakan dari perwakilan desa termasuk para guru. Pesertanya kurang lebih 100 orang. Ini dibuat untuk memajukan Lombok Barat,” ujar Kepala Disarpus Lobar, H. Lalu Winengan seusai kegiatan, Selasa (21/7).

Pihaknya sedang fokus memberikan perubahan positif bagi daerah melalui penguatan literasi. Sebab Winengan menilai pemahaman yang baik mengenai literasi perpustakaan membantu guru mendampingi peserta didik secara lebih terarah.

“Bimbingan teknisnya supaya lebih memahami dan lebih terarah terhadap anak didiknya, terutama berkaitan dengan literasi perpustakaan,” tambahnya.

Selain untuk memperkuat kapasitas tenaga pembina, program penguatan literasi hingga tingkat desa ini dirancang untuk mengatasi kendala geografis. Keberadaan perpustakaan daerah yang terpusat kerap kali sulit dijangkau oleh masyarakat atau siswa yang tinggal di wilayah yang cukup jauh, seperti wilayah Sandik, Sekotong, maupun Lembar Sempage.

Dengan hadirnya perpustakaan di setiap desa, akses terhadap bahan bacaan menjadi lebih dekat dan merata. Langkah ini diharapkan mampu memicu ketertarikan anak-anak untuk terus belajar sehingga dapat menekan angka putus sekolah di Kabupaten Lombok Barat.

“Ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan minat baca kepada anak-anak didik di Lombok Barat, sekaligus menekan angka putus sekolah. Kalau dari wilayah yang jauh harus ke pusat kota kan jaraknya cukup jauh. Jadi supaya di masing-masing desa itu ada perpustakaannya,” jelasnya.

Dari total 119 desa di Lobar, saat ini tercatat baru sekitar 27 desa yang telah memiliki fasilitas perpustakaan desa. Pemerintah daerah menargetkan seluruh desa di Lombok Barat ke depannya dapat memiliki perpustakaan secara mandiri.

Untuk mendukung keberlangsungan fasilitas tersebut, pemerintah daerah juga tengah merumuskan skema pengadaan buku dan penguatan sarana pendukung lainnya setelah pelaksanaan bimtek selesai.

“Niat saya bagaimana untuk mencerdaskan anak bangsa. Kita berharap semua desa punya perpustakaan desa sendiri. Dari 119 desa, baru 27 desa yang punya. Target kita seluruh desa bisa memiliki perpustakaan,” pungkasnya. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *