Gubernur Tegaskan Mudik di NTB Boleh Sampai 8 Mei

F BIL

DOK/RADAR MANDALIKA BANDARA: Situasi BIL sebelum masa pandemi covid-19.

MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menegaskan aturan mudik dari pemerintah pusat sudah jelas dilarang. Presiden RI, Joko Widodo makin keras meminta semua gubernur seluruh Indonesia agar melarang kegiatan mudik.

“Pemprov tetap berkoordinasi dengen pusat,” kata gubernur ditemui media di Mataram kemarin.

Gubernur menjelaskan makin menjelang hari H, presiden makin kukuh supaya tetap melarang mudik. Pemerintah tidak mau kejadian seperti di India Tsunami Covid-19.

“Kalau terjadi (nauzubillah) Ekonomi kita berat nanti kita saling menyalahkan. Karena masyarakat nantinya nanya kenapa begini begitu,” ulas gubernur.

Setiap orang tentu menginginkan berkumpul dengan keluarga mereka masing masing apalagi di momentum hari raya idul Fitri itu.

“Saya juga ingin pulang kampung,” kata Bang Zul.

Namun demikian pusat mempertimbangkan jangan sampai kasus Covid-19 ini tidak terkendali sehingga Pemprov NTB pun mengantisipasinya dengan skenario terburuk. Dari aturan pusat itu awalnya tanggal 6 Mei batas maksimal mudik, namun oleh gubernur mengambil kebijakan kembali sampai tanggal 8 Mei.

“Kita kasih kelonggaran tadinya kita antisipasi jangan sampai tanggal 5 menumpuk. Kalau kita bilang tanggal 6 biasanya numpuk di pelabuhan penyeberangan tanggal 5,” jelas dia.

Gubernur mengatakan pemahaman larangan mudik itu agar tidak saklak amat. Apalagi sampai diartikan dilarang juga untuk ke kabupaten kota terdekat. “Jangan terlampau saklek juga. Mungkin yang dikhawatirkan (pusat) antar pulau. Intinya mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan,” tegasnya.

Gubernur menampik perubahan kebijakan dari awalnya membolehkan lalu melarang itu karena teguran Jokowi langsung.
“Teguran sih nggak. Tapi ini perintah Jokowi ke semua gubernur,” ungkap dia.

Ditanya pegawai NTB yang hendak Mudik Pulau Jawa? Gubernur mengatakan semoga saja tanggal 8 Mei itu masih ada transportasi laut maupun udara.
“Tapi saya nggak tau. Besok pagi Menteri Pariwisata datang balik sampai tanggal 7. Berarti ada pesawatnya,” katanya.

Sementara itu Bang Zul juga menyampaikan kondisi Covid-19 terkini termasuk adanya varian virus baru yang lebih ganas lagi. Gubernur meminta media tidak terlalu membuat Corona terkesan sangat serem.

“Jangan bikin suasana serem. Soal Covid-19 kita udah punya pengalaman,” kata Zul.

Mensikapi harus dilakukan setiap orang namun juga jangan terlalu paranoid.”Varian baru tentu kita antisipasi tapi jangan berlebih-lebihan juga,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Hadapan Polisi, Pemeran Video Syur Ngaku

Read Next

Waspada…! Covid-19 Varian Baru Diperkirakan Masuk Lombok Tengah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *