Giliran Kadis Lingkungan Hidup Bicara

F Kadis DLH

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID Muhammad Amir Ali

PRAYA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Muhammad Amir Ali mengaku sudah melakukan investigasi beberapa waktu lalu dengan Komisi II DPRD, kepolisian, Kejari, Pol PP, dan Dinas Perdagangan, September 2020.

Katanya, permasalahan awalnya dari pabrik rokok di gudang UD Noval, namun merembet ke UD Mawar di Desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang. Dimana UD Mawar hanya pengolahan tembakau rakyat yang sudah dirajang. Termasuk diberikan saus khusus supaya beraroma dan bercitarasa.

“Dan itu bukan bahan kimia, namun hanya saus aroma khusus untuk tembakau,” ungkapnya pada media, kemarin.

Kemudian, bau yang dihasilkan dari analisa dilakukan DLH bersama kepolisian saat pertama kali turun, dan tidak ada masalah tentang persoalan bau, mengingat lokasi gudang dalam kondisi tertutup.

“Di Praya ada yang lebih berbahaya dan bau menyengat, seperti punyanya Koh Lae di Prapen, bahkan baunya lebih menyengat, di sana tidak ada yang sakit padahal ada sekolah dan rumah warga,” ceritanya.

Kata Amir, perlunya adanya pembuktian bahwa di wilayah tersebut tercemar, mengingat belum ada bukti penelitian, atau uji lab udar di kawasan tersebut.

“Saya sampai saat ini belum ada patokan kaitan udara di lokasi tersebut bisa dikatakan tercemar, dan kalaupun akan melakukan maka perusahaanlah yang harus membuktikan dan menguji udara di areal gudangnya,” jelasnya.

Sementara, Plt Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Muzakir Langkir yang dikonfirmasi Radarmandalika.id via wa tak bicara apapun sampai berita ini diturunkan.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

OPD Lowong Mulai Disiapkan Pansel

Read Next

Empat TKI Illegal Asal Sumbawa Dicegat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *