Gagal Masuk PKH Tak Bisa Diperjuangkan

Asnayati

DOK PRIBADI FOR RADAR MANDALIKA Hj. Baiq Asnayati

MATARAM – Warga Mataram yang gagal masuk sebagai penerima tambahan Program Keluarga Harapan (PKH) harus banyak bersabar. Pasalnya, mereka yang dinyatakan tidak memenuhi syarat alias Non Eligible setelah dilakukan validasi. Tidak bisa lagi diperjuangkan oleh pemerintah daerah agar masuk dalam daftar tambahan penerima bantuan sosial (Bansos) tersebut.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram, Hj. Baiq Asnayati menegaskan, pihaknya tak bisa memperjuangan mereka yang gagal masuk ke pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Alasannya, warga yang dinyatakan mendapatkan bansos PKH pemerintah pusat harus betul-betul memenuhi syarat melalui proses validasi di lapangan.

“Ndak bisa (diperjuangkan). Karena PKH itu dapat dari pusat. Dan, karena PKH itu kan pemberian bantuan bersyarat,” jelas dia kepada Radar Mandalika, kemarin.

Seperti diketahui, Kota Mataram mendapat tambahan kuota calon penerima/Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH sebanyak 3.430 kepala keluarga (KK) dari Kemensos. Sebanyak 2.205 KK diantaranya dinyatakan memenuhi syarat setelah dilakukan validasi oleh pendamping PKH. Artinya, ada sekitar 1.225 KK yang gagal masuk sebagai penerima tambahan PKH.

Di mana proses validasi oleh pendamping PKH dilakukan mulai tanggal 8 Januari sampai 5 Febuari 2021. Data PKH hasil validasi telah dientri melalui sistem elektronik PKH (e-PKH).

Mereka yang tidak lolos validasi dipastikan tetap gagal masuk sebagai penerima tambahan PKH tahun 2021. Karena tidak memenuhi kriteria atau komponen PKH setelah dilakukan validasi. Sesuai yang disyaratkan oleh Kemensos.

“Itu tidak terpenuhi kriteria/indikatornya. Apakah meninggal dunia. Apakah sudah pindah alamat. Indikator-indikatornya itu tidak ada dalam kriteria PKH,” cetus perempuan berjilbab itu.

Adapun indikator atau komponen penerima PKH yang disyaratkan Kemensos. Yaitu, komponen ibu hamil, anak usia dini, anak SD, anak SMP, anak SMA, penyandang disabilitas, lanjut usia (Lansia), dan penderita Tuberculosis (TBC).

Selanjutnya, mereka yang lolos sebagai penerima tambahan PKH 2021 akan menerima bantuan mulai triwulan II yakni bulan April mendatang. Hanya saja dinas masih menunggu surat perintah pencaiaran dana (SP2D) dari pemerintah pusat. Berapa jumlah yang akan menerima bantuan PKH dari total KPM tambahan sebanyak 2.205 KK.

“Nanti kita lihat SP2D-nya. Kalau yang sudah memenuhi syarat tapi tidak keluar SP2D-nya, kita akan usulkan lagi,” kata Asnayati.

Data penerima PKH di Kota Mataram kini sekitar 18.305 KK. Rinciannya, di Kecamatan Sekarbela ada 2.405 KK, Mataram ada 3.057 KK, Cakranegara ada 2.967 KK, Sandubaya ada 3.950 KK, Ampenan ada 3.547 KK, dan Kecamatan Selaparang sebanyak 2.579 KK. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

NTB Ciptakan Rapid Test Antigen

Read Next

Honda PCX 160 Canggih Siap Mengaspasl di NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *