Enam Pria Gilir Gadis Bawah Umur di Lotim

F GREBEK

IST / RADAR MANDALIKA GREBEK : Tim Polsek Sambelia bersama tim puma polres lotim, saat menggerebek empat pelaku pemerkosaan secara bergilir, dilokasi persembunyiannya di Desa Sambelia.

LOTIM – Pesta Minuman Keras (Miras), menjadi petaka bagi korban pemerkosaan secara bergilir, dilakukan enam orang yang berada dibawah pengaruh miras. Korban sebut saja Bunga, 15 tahun asal Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Empat orang ditangkap tim puma Polres Lotim dan personel Polsek Sambelia, ditempat persembunyiannya di Kecamatan Sambelia, Rabu (19/5) lalu. Satu orang, yakni SU ditangkap di Labuhan Haji.
Dari enam pelaku, lima orang berhasil digerebek di satu Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kelima pelaku tersebut, inisial SU 18 tahun, SA 17 tahun, SAP 34 tahun, dan MZ 23 tahun, asal Loang Sawak Desa Lepak Timur Kecamatan Sakra Timur. Serta, MS 19 tahun asal Repok Lepak Dusun Batu Tameng Desa Gereneng Timur Kecamatan Sakra Timur. Satu orang yang identitasnya telah dikantongi inisial HE, masih buron.
Kronologi kejadiannya, ketika itu (5/3), SU bersama lima orang temannya sedang pesta miras jenis tuak. Sebelum miras itu habis diteguk, SA mengungkapkan keinginannya untuk bersetubuh. Mendengar ucapan SA, SU pun menawarkan bahwa ada seorang perempuan (korban).
Namun kata SU, perempuan (korban) terlebih dahulu harus ditelpon kalau mau keluar. Kemudian, SU menelpon korban untuk diajak keluar jalan-jalan. Korban ketika itu sempat menolak ajak SU untuk keluar jalan-jalan, karena takut sama Ibunya. Akan tetapi, SU tetap memaksa korban untuk keluar. SU yang rupanya memiliki hubungan khusus (pacaran) dengan korban, mengancam akan memutuskan korban bila korban tidak mau diajak keluar jalan-jalan.
Karena ancaman tersebut, membuat korban memutuskan menuruti ajakan SU, karena tidak mau putus hubungan kekasih dengan SU. Sehingga SU pun pergi menjemput korban menggunakan sepeda motor. Sedangkan SA dan HE yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) berboncengan menggunakan sepeda motor. Korban pun dibawa langsung ke sebuah hazebo ditengah persawahan di Repok Lepak.
Setiba di TKP pemerkosaan, korban lantas ditarik MZ dibawa masuk ke dalam gazebo dan disetubuhi. Selesai MZ menyalurkan nafsu bejatnya, SU masuk minta jatah. Selesai SU kebagian jatah, kemudian diganti SA, setelah itu HE (buron, red), SAP dan terakhir kebagian jatah MS alias Yok.
Usai menggilir korban yang sudah tidak berdaya, korban diantar pulang oleh SU. Setiba dirumahnya, korban menceritakan kejadian naas yang menimpanya pada kedua orang tuanya. Cerita yang dituturkan korban, membuat kedua orang tuanya terkejut bak disambar geledek. Kasus itu pun langsung dilaporkan ke Polsek Labuhan Haji.
Berangkat dari laporan itu, penyidik Polsek Labuhan Haji meminta keterangan korban dan saksi. Serta, melakukan olah TKP dan memvisum korban. Setelah melakukan penyelidikan dan pencarian panjang, keberadaan SU berhasil terendus di Labuhan Haji. Sehingga Unit Reskrim Polsek Labuhan Haji, dibackup tim puma Polres Lotim, langsung melakukan penangkapan. Tertangkapnya SU, tidak membuat polisi berhenti. Pengembangan terus dilakukan, mengungkap tempat persembunyian pelaku lainnya.
Begitu mendapatkan informasi bahwa empat pelaku bersembunyi dirumah saudaranya di Sambelia, anggota Polsek Sambelia memastikan ke empat pelaku tersebut. Setelah memastikan lokasi persembunyian, personel Polsek Sambelia bersama tim puma langsung melakukan penggerebekan. Mereka digerebek saat asyik duduk disebuah gazebo tempat mereka bersembunyi. Mereka langsung digiring ke Polres Lotim, untuk memperhanggungjawabkan perbuatannya.
Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio, dalam keterangan persnya di Mapolres Lotim, (21/5) lalu, mengungkapkan, perbuatan para pelaku bejat yang tega menggilir korban, harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Para pelaku, terancam dijerat Undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
“Mereka terancam bui 15 tahun,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau masyarakat, agar menjaga dan mengawasi anak-anak-nya terutama saat berada diluar rumah. Sehingga, tidak menjadi korban kekerasan seksual. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Spesialis Rumah Kosong Dibekuk

Read Next

Warga Rusak Rumah Terduga Pemerkosa Anak Kandungnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *