RAMAI: Penonton event gelaran WSBK tahun 2022 di Sirkuit Mandalika, Loteng. (KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID)

PRAYA- PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) hingga saat ini belum juga menyetor hasil pajak katering dari gelaran event Word Superbike (WSBK) tahun 2022 ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng). Dimana, hanya baru pajak parkir dan hiburan atau hasil penjualan tiket event WSBK yang sudah disetor ke kas daerah (Kasda).

“Hanya pajak parkir dan hiburan (tiket, red) saja yang sudah di transfer ke Kasda. Kalau pajak kateringnya belum dibayar,” ungkap Kepala Bidang Pendapatan pada Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Loteng, Lalu Hidayat Suharta.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Loteng dari hasil katering pada gelaran WSBK tahun lalu sampai saat ini belum ada kejelasan atau kepastian kapan akan disetor ke daerah. Begitu pula dengan besaran angkanya belum pasti. Sehingga, Bappenda belum bisa menyebutkan nilainya. Karena masih menunggu informasi dari pihak ITDC.

“Kemudian soal katering ini belum ada kejelasan penyetoran. Data belum ada diberikan, sehingga kami tidak dapat menggambarkan angka. Kami sudah koordinasi namun masih menunggu dari pusat soal datanya yang disampaikan oleh ITDC Mandalika kepada kami,” terangnya.

Seperti diketahui sebelumya, penerimaan PAD dari gelaran WSBK di Sirkuit Mandalika tahun lalu rinciannya berdasarkan tiket yang terjual. Dan, yang menjadi persoalan adalah kurangnya setoran PAD dikarenakan adanya diskon harga tiket, sehingga setoran dari hasil pendapatan penjualan tiket berkurang.

Yang dimana, dari jumlah penonton WSBK 2022 dengan total sebanyak 40.045 tiket terjual, pajak hiburan dari penjualan tiket yang sudah ditransfer ke kasda Loteng sekitar Rp 900 juta, sedangkan dari pajak parkir sebesar Rp 90 juta. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 327

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *