Diimbau Tak Salat Tarawih dan Jumat, Warga Bengkel Blokir Jalan

WhatsApp Image 2020 04 30 at 16.07.03

ARIF/RADARMANDALIKA.ID BLOKIR: Aksi ratusan warga Desa Bengkel saat memblokir jalan raya simpang empat utama, Kamis malam.

LOBAR – Ratusan warga Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat melakukan aksi pemblokiran jalan raya di simpang empat utama, Kamis malam.

Aksi pemblokiran jalan ini dilakukan warga lantaran tidak terima imbauan Pemerintah Lombok Barat, terkait larangan  tidak boleh melaksanakan salat berjamaah di masjid. Aksi ini terjadi setalah dibacakan pengumuman untuk tidak melaksanakan salat Jumat di masjid. Mendengar pengumuman itu, sontak membuat warga berdatangan berkumpul di simpang empat jln.TGH. M Shaleh Hambali.

Adapun surat keputusan bersama Bupati, Ketua DPRD, Dandim 1606, Kapolres, Ketua MUI dan Kepala Kantor Kementrian Agama Lombok Barat. Pembatasan kegiasatan sosial di Lombok Barat. Untuk menyikapi perkembangan kasus terkonfirmasi positif Corona Virua Disease Covid-19, yang semakin bertambah. Termasuk menindak lanjuti hasil rapat evaluasi pencegahan wabah covid-19 tanggal 26 April.

Kades Bengkel,  Muhammad Idrus menceritakan, tadi ada rombongan ada Ketua MUI, camat, Kapolsek dan badan Pos ramil datang ke kantor desa untuk mengumumkan hasil kesepakatan bersama pemerintah. Dan diminta untuk diumumkan di masjid. “Kita dampingi untuk diumumkan. Sama pak kapolsek, pak camat, badan pos ramil dan yang lain,” ungkap kades.

Keputusan itu dibacakan oleh Ketua MUI, setelah selesai pengumuman, pihaknya keluar dari masjid. Sementara, Ketua MUI dan Camat sudah berada dalam mobil tiba-tiba masa datang, karena mendengar pengumuman yang dibacakan oleh ketua MUI.

“Warga juga sepontan melakukan pemblokiran jalan,” cerita kades.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada perwakilan warga mau memberikan keterangan.

Demikian juga pemblokiran jalan raya di lapangan wartawan radarmandalika.id melihat belum dibuka.(r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Berharap Wisata NTB Tetap jadi Primadona

Read Next

Pasien Status PDP Asal Janapria Langsung Dimakamkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *