Dicari-cari, Istri Anggota Dewan Positif Korona Ditemukan di Hotel

Dijemput

IST/RADAR MANDALIKA DIJEMPUT: Pasien positif Covid-19 inisial RK (35) saat dievakuasi oleh petugas medis dibantu oleh personel Sat Pol PP Kota Mataram di salah satu hotel jantung kota. Dia langsung dibawa ke RSUD Kota Mataram, kemarin.

MATARAM – Perempuan inisial RK (35), warga Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang dinyatakan positif virus korona atau Covid-19 oleh Pemkot Mataram, Senin (4/05) malam. Dia tidak memiliki riwayat kunjungan ke daerah terjangkit. Namun kontak erat dengan pasien positif transmisi lokal.

Parahnya, istri dari anggota DPRD Kota Mataram inisial HT (52), itu tidak berada di kediaman ketika hendak dijemput langsung petugas pada malam itu. Hasilnya nihil, petugas tidak berhasil membawa pasien ke ruang isolasi RSUD Kota Mataram. Karena entah kemana dan tempat ‘persembunyian’ yang bersangkutan pun entah dimana.

“Kita evakuasi, beliau tidak ada di tempat. Kan ada dua alamatnya. Di alamat orang tuanya dicari nggak ada. Dan, kita coba cari di Karang Baru tapi nggak ada,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi, kemarin.

Cukup lama berselang, keberadaan RK terendus juga. Istri anggota dewan Kota Mataram itu ditemukan di salah satu hotel Kota Mataram, kemarin (5/05) siang. Parahnya lagi dia ditemukan bersama HT dan anak-anaknya. Nampaknya, keluarga ini nampaknya bermalam di hotel disaat para petugas yang ketika itu sedang berusaha keras mencari keberadaan RK.

Dengan protokol penanganan Covid-19, petugas pun langsung mengevakuasi dan membawa RK ke RSUD Kota Mataram untuk di isolasi. Sementara, suaminya HT dan anak-anaknya tidak ikut menjalani isolasi di RSUD Kota Mataram. Karena HT dinyatakan negatif Covid-19 seteklah uji swab di RS Sanglah, Bali. Begitu pun dengan anaknya terkonfirmasi negatif Covid-19.

Tingkah RK tersebut dianggap tidak koopratif dalam upaya pencegahan penyebaran wabah virus corona. Selain menguras tenaga dan menyita waktu petugas, juga tidak menutup kemungkinan akan semakin menambah deretan kasus positif corona di Kota Mataram. Karena berpotensi mengakibatkan virus bisa menyebar ke orang lain.

Betapa tidak, RK ketika menuju dan saat berada di hotel pasti sempat berintraksi dengan karyawan hotel pada waktu itu. Hal semacam ini ungkap dr Usman, perlu diantisipasi dan dilakukan tracking oleh petugas. Karena dianggap sangat berbahaya. “Itu bahaya itu,” kata dia.

Merespons hal tersebut, Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh merasa geram dan sangat kecewa atas ulah RK maupun sikap HT yang merupakan anggota dewan Kota Mataram. Bayangkan, saat petugas hendak menjemput RK di kediaman, yang bersangkutan justru tidak ada. Malah berada di hotel. Hingga akhirnya dievakuasi oleh petugas ke rumah sakit.

“Saya nggak habis pikir. Kita cari malah menghindar. Lari ke hotel. Terus kalau karyawan hotel tahu (RK positif) pasti kaget. Ini menambah tenaga dan waktu,” tandas dia.

RK terkesan tidak koopratif dalam upaya pencegahan Covid-19. Petugas telah bersusah payah mencari atau menjemput pasien agar dirawat dengan baik. Tapi yang bersangkutan malah pergi ke hotel. Hal ini kata Ahyar, sangat berbagaya karena bisa membuat orang lain terjangkit virus corona. Terutama bagi yang sempat kontak dan berintraksi dengan pasien.

“Nggak habis pikir saya. Gak sadar diri. Mencelakakan orang lain ini. Jadi yang jelas rupanya tidak mau dirawat,” pungkas Wali Kota Mataram dua periode itu. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sikap Ahyar, Pemkot Mataram Bakal Rapid Tes Massal

Read Next

Pemerintah Perlu Siapkan Reward Bagi Tim Medis

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *