LOBAR—Prestasi gemilang kembali diukir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) di kancah nasional. Kerja nyata kepala daerah bersama jajarannya menata kelola keuangan daerah hingga kreativitas menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pemkab Lobar berhasil menyabet penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi kategori “creative financing”. Tidak main-main, Pemkab Lobar menempati peringkat terbaik 1 dari 46 kabupaten Regional Nusa Tenggara-Maluku. Unggul dari Pemkab Lombok Timur di posisi ke-2 dan Pemkab Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara posisi ke 3.
Malam puncak penganugerahan yang digelar Kemendagri RI itu berlangsung di Hotel Merumatta Senggigi, Lombok Barat, Selasa (19/5).
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersyukur atas anugerah penghargaan dari Kemendagri tersebut. Kerja keras Pemda Lobar selama dua tahun kepemimpinannya berbuah manis.
“Alhamdulillah, kerja keras kita selama ini diapresiasi oleh pemerintah pusat dalam bentuk penghargaan kategori Creative Financing se-wilayah NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara. Alhamdulillah kita nomor satu,” terang Bupati LAZ didampingi Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha kepada awak media.
Kemampuan Pemkab Lobar mengoptimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menemukan sumber-sumber pembiayaan baru yang kreatif dan sah secara regulasi menjadi indikator penilaiannya. Hal ini membuktikan keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang bagi Pemkab Lobar untuk terus bergerak maju dan berinovasi.
“Kita terbaik di wilayah empat provinsi, dari 46 kabupaten,” bebernya.
Selain memperoleh piala, Pemkab Lobar juga memperoleh insentif sebesar Rp3 miliar. Capaian itu tidak lantas membuat LAZ berpuas hati. Penghargaan berskala nasional ini justru dipandang sebagai tantangan memacu kinerja seluruh instansi di lingkungan Pemkab Lobar untuk bekerja lebih optimal lagi ke depannya.
“Bila perlu ke depan kategori-kategori lain bisa kita dapatkan. Dan tentu butuh dukungan semua pihak, terutama kepada seluruh OPD dan Wabup,” imbuhnya.
Manajemen pemerintahan ke depan akan diarahkan pada penguatan sinergi yang lebih solid. Kolaborasi antara kepala daerah, wakil kepala daerah, hingga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mutlak diperlukan demi menjaga tren positif ini dan memperluas capaian prestasi pada sektor-sektor strategis lainnya.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Lombok Barat yang terus mendukung kami untuk melakukan perubahan-perubahan Lombok Barat menuju masyarakat Lombok Barat yang maju dan mandiri,” ucapnya.
Kemendagri mengisyaratkan akan terus memperbarui instrumen penilaian kinerja pemerintah daerah. Diprediksi muncul berbagai kategori baru yang menekankan pada aspek dukungan perubahan serta tata kelola pemerintahan yang dinamis dan responsif terhadap perkembangan zaman. LAZ pun sudah bersiap untuk terus beradaptasi dan mempertahankan standar kinerja yang tinggi. Penghargaan finansial ini tidak dipandang sebagai titik akhir, melainkan fondasi awal untuk membangun sistem keuangan daerah yang jauh lebih mandiri dan kokoh.
“Jadi penghargaan ini adalah prestasi awal untuk terus mengejar prestasi-prestasi lainnya,” pungkasnya optimistis.
Rasa syukur juga diungkapkan Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha. Diakuinya, capaian ini berkat kepemimpinan Bupati yang terus memacu kinerja seluruh OPD untuk bekerja dengan semangat.
“Hasilnya sekarang, ‘creative financing’ itu memang sangat melekat dengan profil beliau. Target kerja, target PAD, target pengelolaan keuangan, dan sebagainya. Di situ baru terasa. Jadi saya sangat bangga ya, semoga Allah memberikan kelancaran,” ungkapnya.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada daerah yang mendapatkan juara. Sedangkan kepada daerah yang belum beruntung, ia berpesan agar bekerja lebih keras, sehingga memperoleh juara di tahun berikutnya.
“Di tahun ini kita alokasikan anggaran sebanyak Rp1 triliun untuk insentif fiskal daerah,” katanya.
Menurutnya, Apresiasi untuk Pemda Berprestasi ini bagian dari tugas Kemendagri sebagai pembina dan pengawas. Tidak hanya ketat dalam pengawasan sistem APBD daerah, pihaknya juga ingin memberikan reward kepada Pemda yang justru mampu dan kreatif dalam memanfaatkan anggaran untuk pembangunan daerah. (win)
