LOBAR—Keputusan penanganan untuk keikutsertaan kontingen Lombok Barat (Lobar) pada pekan olahraga provinsi (Porprov) NTB akhirnya ditetapkan. Setelah sempat terjadi dinamika, Pemda Lobar menyegarkan sepenuhnya tanggungjawab penanganan ditangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lobar tanpa ikutcampur Pemda.

“Tanggungjawab KONI,” terang Bupati Lobar H Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Jumat (5/6).

Pelaksanaan Porprov dinilai LAZ penting untuk daerah. Seharusnya dijalankan bersama antara Pemda dengan KONI. Sayangnya KONI tidak bisa memberikan penjelasan dasar atas pengusulan data 500 atlet yang dikirim ikut kompetisi itu sesuai permintaan Pemda.

“Pertanyaannya sampai hari ini, apa dasarnya 500 (atlet)? Hasil kajiannya itu yang diminta oleh Pemda,” bebernya.

Menurutnya Pemda hanya ingin mengetahui dasar terpilihnya para atlet itu, apakah berpotensi memperoleh medali. Sehingga KONI diminta untuk menyerahkan kajian untuk 500 atlet tersebut. Disatu sisi LAZ mengaku meminta Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) membuat kajian dengan tim ahli dibidang Olahraga mengetahui potensi cabang orangraga peraih medali.

“Karena sampai saat ini hasil kajian KONI itu tidak ada, maka Pemda menyerahkan sepenuhnya itu ke KONI akhirnya. Dana hibahnya ke KONI, biar KONI-lah bertanggung jawab, atas semuanya. Termasuk dengan hasil kajian yang dilakukan oleh Dispora itu diserahkan ke KONI,” bebernya.

Meski demikian, Pemda kata LAZ tetap akan melaksanakan fungsi Kontrol. Karena awalnya Pemda juga ingin membantu suport sayangnya KONI tak bisa memenuhui permintaan Pemda sampai batas waktu yang diminta. Sebab LAZ menginginkan hasil kajian pemilihan atlet yang berlaga didasari basis data dan potensi mendali.

“Jadi memilih itu bukan suka tidak suka, gitu loh. Tetapi berbasis data analisis. Contoh, oh cabang ini apa kenapa dia ikut? Umpama, oh karena ini ada prestasinya ini, gitu. Oke,” ujarnya.

Pihaknya pun akan tetap mencairkan dana hibah untun KONI sebesar Rp 1,7 miliar. Pemda hanya berpesan agar Cabang Olahraga yang menjadi tuan rumah, tetap diikut sertakan.

“Pokoknya kita serahkan semua ke KONI. Silakan nanti akhirnya Pemerintah Daerah akan mengaudit, gitu aja. Selesai masalah,” pungkasnya.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *